Monday, September 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > LKKNU Kota Kraksaan dan DPMD Gelar Soft Launching Converter Aplikasi Desa Terpadu

LKKNU Kota Kraksaan dan DPMD Gelar Soft Launching Converter Aplikasi Desa Terpadu

Reporter : Mujiono
LUMBANG – Untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kota Kraksaan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo menggelar soft launching converter aplikasi desa terpadu, Senin (28/6/2021) di Pendopo Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri oleh Zulmi Noer Hasani dari LKKNU Kota Kraksaan dan Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto ini diikuti oleh Camat Lumbang Junaedi bersama Kepala Desa se-Kecamatan Lumbang dan Camat Wonomerto Mohammad Said bersama Kepala Desa se-Kecamatan Wonomerto.

Untuk memantapkan pelaksanaan program ini, LKKNU Kota Kraksaan dan DPMD Kabupaten Probolinggo juga mengundang para pendamping desa dan para pendampingan lokal desa beserta e-numerator dan operator desa se-Kecamatan Lumbang dan Wonomerto.

Selanjutnya mereka akan mendapatkan materi tentang aplikasi desa terpadu tersebut dari narasumber yang berasal dari LKKNU Kota Kraksaan dan Universitas Nurul Jadi (Unuja) Paiton.

Soft launching Aplikasi Desa Terpadu ini dimaksudkan untuk membantu desa dalam hal memetakan potensi, permasalahan, kebutuhan dan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh desa. Beberapa konsep yang dimiliki oleh tokoh milenial NU pada LKKNU melakukan suatu gerakan yang berasal dari NU bagi NU dan semua rakyat Kabupaten Probolinggo yang berada dalam Pemerintahan Desa.

Kegiatan update yang dilaksanakannya adalah 3 (tiga) aplikasi dari 2 (dua) kementerian yang berbeda. Intinya dengan sekali entry data, maka tiga aplikasi secara otomatis juga terupdate. Sehingga dalam pengerjaannya dapat menghemat waktu maupun menghemat tenaga yang dikeluarkan oleh desa dan perangkat desa.

Zulmi Noor Hasani dari LKKNU Kota Kraksaan mengharapkan kerja sama yang sangat kooperatif dari berbagai pihak antara Tim IT yang dikomandoi oleh Unuja Paiton melalui mahasiswa dapat mendampingi desa untuk mentransfer sebagian ilmunya dalam melaksanakan kegiatan launching aplikasi desa terpadu.

“Kecamatan Lumbang dan Kecamatan Wonomerto yang pertama kali mendapatkan pengetahuan ini menjadi pilot project bagi kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Probolinggo. Dalam pengerjaan entry data diharapkan benar-benar valid sesuai kondisi nyata di desanya dan diaplikasikan untuk kegiatan pembangunan yang akan datang,” ujarnya.

Sementara Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menyampaikan pihaknya sangat mendukung dengan adanya aplikasi desa terpadu ini dan segera akan ditindaklanjuti perjanjian kerja sama dengan LKKNU dan Universitas Nurul Jadid Paiton.

“Dengan adanya aplikasi desa terpadu ini kami berharap adanya basis data desa yang akan segera terupdate dan dijadikan data dasar dari RPJMDesa dan RKPDesa,” katanya. (y0n)