Friday, December 3, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Kunci Sukses Pemimpin, Jaga Sholat Lima Waktu dan Hablum Minannas

Kunci Sukses Pemimpin, Jaga Sholat Lima Waktu dan Hablum Minannas

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Melayani rakyat itu memang gampang-gampang susah. Namun kunci sukses seorang pemimpin itu sangatlah mudah. Yakni, jagalah sholat lima waktu dan menjaga hablum minannas (hubungan baik dengan sesama manusia). Jika ini sudah dilakukan dengan baik, maka seorang pemimpin dalam hal ini kepala desa (kades) akan mampu membangun desanya dengan baik.

Demikian statemen yang disampaikan oleh suami Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si ketika menghadiri tasyakuran atas pelantikan Ismail Marzuki sebagai Kades Krampilan, Danny Dilla Arifin sebagai Kades Matekan dan Sholeh sebagai Kades Kecik Kecamatan Besuk di Desa Krampilan Kecamatan Besuk, Senin (30/12/2019).

“Jika sholat lima waktunya baik dan tepat waktu maka tidak ada persoalan di dunia yang tidak mampu diatasi oleh dirinya sendiri. Kalau sudah memiliki sawah tetapi tidak pernah cukup, berarti sholat lima waktunya tidak beres. Demikian juga, jika anaknya nakal maka orang tuanya harus introspeksi diri dan jangan menyalahkan orang lain,” katanya.

Terkait dengan hablum minannas, Hasan meminta agar terus dijaga oleh seorang kepala desa. Karena ada pemimpin yang tidak dihargai oleh rakyatnya sebab tidak bisa membagi waktu.

“Kalau sudah menerima tamu, silahkan alat komunikasi seperti handphone itu ditaruh. Jangan pernah telp ketika sedang ada tamu. Hargai orang yang sedang bertamu dan berkomunikasi. Demikian pula ketika kita bertamu ke rumah orang lain, janganlah bermain handphone,” jelasnya.

Menurut Hasan, saat ini pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 sudah selesai. Oleh karena itu, seorang kades harus menutup lembaran lama dan segera membuka lembaran baru. Sudah tidak ada lagi pendukung dan bukan pendukung, semuanya sama rakyat dari kepala desa. Tetapi rakyat harus tahu posisi dengan pemimpinnya.

“Masalah bantuan silahkan musyawarahkan dengan BPD dan seluruh perangkat desa. Tidak ada permasalahan besar yang tidak dapat dipecahkan dengan musyawarah. Uang DD (Dana Desa) rakyat harus tahu. Setelah kemudian diputuskan programnya, masyarakat harus tunduk kepada hasil musyawarah bersama. Nanti saya akan memaksimalkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) manakala tidak tercover dengan dana lain,” terangnya.

Hasan menambahkan bahwa saat ini khususnya di Desa Krampilan Kecamatan Besuk terdapat 3 (tiga) buah masjid. Jika dibuat rata-rata 1.200 orang warga laki-laki di desa tersebut, maka satu masjid akan terisi 400 orang jamaah setiap hari Jum’at.

“Masjid ini rumah Allah SWT yang merupakan simbol amar makruf nahi mungkar. Makmur tidaknya masjid tergantung kepada banyaknya orang yang sholat di masjid. Sekarang itu banyak yang berlomba-lomba membangun masjid dan bukan untuk memakmurkannya. Oleh karena itu takmir masjid harus cerdas melakukan dakwah bil hal dengan cara kearifan lokal,” tegasnya.

Lebih lanjut Hasan meminta kepada masyarakat untuk kembali menanami lahan pekarangannya agar tidak kosong. Salah satunya dengan menanam pohon bambu yang saat ini sudah mulai langka, tetapi ke depan akan sangat dibutuhkan sebagai bahan bangunan pengganti kayu yang sudah banyak berkurang. Serta tanaman pohon minyak kayu putih yang memiliki prospek pasar yang sangat besar.

“Mari tanami lagi pekarangan yang kosong dengan tanaman yang produktif. Lahan pekarangan jangan sampai nganggur untuk mengatasi terjadinya pemanasan global,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Krampilan Ismail Marzuki menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat hendaknya terus bahu membahu untuk bersama-sama membangun desa.

“Silahkan komunikasikan dengan desa apabila ada permasalahan dengan masyarakat. Tetapi jangan semuanya kepada kepala desa. Karena disini ada sekretaris desa, perangkat desa, Ketua RT/RW dan relawan. Kalau masih belum bisa diselesaikan, baru nanti kepala desa. Mohon dukungan dan kerja samanya agar amanah ini mampu saya laksanakan dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Tasyakuran atas pelantikan 3 (tiga) orang kades di Kecamatan Besuk ini dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Forkopimka Besuk serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kecamatan Besuk. (wan)