Monday, July 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Kopwan Kartini Gelar Rapat Anggota RK-RAPB 2021

Kopwan Kartini Gelar Rapat Anggota RK-RAPB 2021

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Koperasi Wanita (Kopwan) Kartini menggelar rapat anggota Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RK-RAPB) tahun 2021 di ruang kelas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo, Jum’at (27/11/2020) pagi.

Rapat Anggota yang diikuti oleh pengurus, pengawas dan anggota Kopwan Kartini ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo selaku Penasehat Kopwan Kartini Hj. Sudjilawati Soeparwiyono dan Ketua Kopwan Kartini Dewi Korina.

Ketua Kopwan Kartini Dewi Korina mengungkapkan rapat anggota ini membahas tentang Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun 2021. Karena diakhir tahun semua agendanya menyusun anggaran sebagai pedoman untuk menjalankan usahanya di tahun 2021 baik dari proyeksi pendapatan maupun proyeksi belanja.

“Sudah saatnya koperasi ini menerapkan digitalisasi. Biasanya digitalisasi itu identik dengan generasi milenial. Kita berharap tahun depan ada pemilihan pengurus, paling tidak generasi milenial ini memiliki animo dan berminat menjadi pengurus koperasi,” ungkapnya.

Sementara Penasehat Kopwan Kartini Hj. Sudjilawati Soeparwiyono mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan agar ada diskusi untuk membahas draft rancangan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun 2021 yang merupakan kesempatan bagi anggota untuk mencermati, memberikan saran dan masukan demi kesempurnaan rencana kerja tahun 2021 agar nantinya rencana kerja yang dihasilkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.

“Dari draft yang dibahas ini selanjutnya akan ditetapkan sebagai Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2021 yang akan menjadi pedoman dan acuan kerja bagi pengurus dalam melaksanakan tugasnya pada tahun 2021 yang akan datang,” katanya.

Istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono meminta bantuan anggota koperasi untuk ikut mengenalkan dan mensosialisasikan keberadaan Koperasi Wanita Kartini dan mengajak karyawati dan anggota Dharma Wanita di lingkungan masing-masing untuk berpartisipasi menjadi anggota.

“Kopwan Kartini sudah membuka usaha toko tahun 2020 di Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan. Diupayakan agar dalam pelayanan lebih baik lagi, misalnya memakai aplikasi agar anggota lebih puas dengan pelayanan kita. Untuk anggota yang muda-muda agar lebih berminat menjadi anggota dan ikut mengelola koperasi agar tidak ketinggalan zaman,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan koperasi kuat karena rapat anggota, maka jadikan rapat anggota ini sebagai momentum membangun kekuatan dan kemandirian kompetitif koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota.

“Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi didalam pengambilan keputusan di koperasi, sebagai wujud pelaksanaan prinsip demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola dalam koperasi,” katanya.

Menurut Anung, RK-RAPB ini merupakan rapat anggota yang berperan penting bagi koperasi, karena membahas dan menetapkan masa depan koperasi. Harapannya, terbangun perencanaan yang visioner dan inovatif untuk membangun kemujudan good cooperative governance (tata laksana koperasi yang baik). Untuk itu, harus terbangun komunikasi aktif 2 (dua) arah untuk saling memberi dan menerima (take and give) antara pengurus sebagai pengemban amanah anggota, dengan anggota sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi.

“Koperasi ini adalah warisan pendiri bangsa serta amanah dari anak dan cucu kita yang harus dijaga dengan baik, melaui internalisasi dan regenerasi koperasi. Oleh karena itu, proses internalisasi melalui re-design organisasi koperasi sebagai badan hukum dan badan usaha yang sehat, transparan, akuntabel, mandiri, responsible dan wajar harus segera diwujudkan,” jelasnya.

Anung menerangkan pergeseran cepat menuju revolusi industri 4.0 merupakan dampak positif Covid-19 yang merubah proses bisnis dan mindset dunia usaha di Indonesia, termasuk koperasi. Proses bisnis dari offline ke online dengan penerapan metode bisnis to bisnis berbasis jaringan dan kerjasama bisnis.

“Cukup berbekal handphone android dan memanfaatkan jejaring sosial, proses bisnis dapat dilakukan dengan mudah. Yang tanpa disadari bahwa bisnis to bisnis ini adalah proses transformasi digital, dimana teknologi telah banyak menggantikan peranan manusia,” terangnya.

Lebih lanjut Anung menambahkan saat ini banyak koperasi yang mengalami stagnasi bahkan degradasi organisasi karena terlambat melaksanakan regenerasi. Untuk itu diharapkan untuk segera melaksanakan program pendidikan perkoperasian bagi anggota sebagaiman aamanat Undang-undang Nomo 25 tahun 1992 Tentang Perkoperasian.

“Siapa lagi yang akan menjaga kebersinambungan koperasi, jika bukan koperasi itu sendiri melalui proses regenerasi dan kaderisasi koperasi dan terus mendidik anggota untuk membangun mindet yang kuat akan jatidiri koperasi. Koperasi kuat karena anggota, mari bangun kekeluargaan dan gotong royong dalam koperasi. Koperasi yang baik adalah koperasi yang sebenar-benarnya koperasi sebagimana jatidirinya,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal