Depan > Kemasyarakatan > KONI Jenguk Korban Ambruknya Jembatan Gantung

KONI Jenguk Korban Ambruknya Jembatan Gantung

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa dan siswi SMPN 1 Pajarakan yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung di Desa Kregenan Kecamatan Pajarakan, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan menjenguk para korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Senin (12/9/2022).

Total masih ada 4 orang korban ambruknya jembatan gantung yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Yakni, 3 orang siswa dan 1 orang guru. Sementara 37 korban luka-luka lainnya yang sudah diperbolehkan pulang dan mulai masuk sekolah.

Selain itu, Zainul Hasan juga menyapa para korban yang telah masuk kembali ke sekolahnya. Serta kondisi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan dan Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan.

Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan menyampaikan, kedatangannya ke SMP Negeri 1 Pajarakan dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan ini adalah untuk melihat kondisi para siswa dan guru yang menjadi korban dari insiden ambruknya jembatan gantung desa Kregenan beberapa waktu lalu.

“Kedatangan saya untuk memberikan support dan dukungan moril secara langsung kepada para korban. Tujuannya tak lain, agar mereka diberikan kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi ujian ini serta tentunya memberi semangat agar mereka cepat pulih kembali,” katanya.

Selain memberikan dukungan moril, Zainul juga memberikan uang tali asih kepada para korban yang ditemuinya itu. Dimana tali asih itu diberikan agar dapat dipergunakan oleh para korban untuk membeli kebutuhan yang diperlukan.

“Memang tidak banyak, namun kami berupaya untuk hadir ke tengah-tengah mereka. Setidaknya untuk sekedar membantu meringankan beban yang sedang dialami oleh para korban,” terangnya.

Sementara Irma, salah seorang guru yang menjadi korban ambruknya jembatan gantung Desa Kregenan saat dikunjungi Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo menyampaikan jika saat ini hanya tinggal dirinya guru yang dirawat pasca insiden tersebut.

“Saya dirawat karena masih merasakan rasa sakit pada bagian perut dan rusuk akibat tertimpa besi dari jembatan. Tidak tahu kapan baru diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Irma menyampaikan terima kasih atas kepedulian dari pengurus KONI Kabupaten Probolinggo yang telah meluangkan waktu untuk datang menjenguknya. Karena diakuinya, ketika berada di rumah sakit dia merasa tidak betah dan butuh teman untuk sekedar mengobrol.

“Pasca rekan saya yang juga guru pulang duluan setelah ikut dirawat. Saya sendirian di ruang rawat ini. Alhamdulillah kembali ada yang menjenguk dan itu membuat saya senang karena berarti banyak yang peduli,” pungkasnya. (wan)