Tuesday, September 28, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Komunitas Prospet Gowes Ponpes Hati-Pantai Duta

Komunitas Prospet Gowes Ponpes Hati-Pantai Duta

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Dalam satu bulan terakhir trend olahraga bersepeda (gowes) masyarakat Kabupaten Probolinggo di tengah pandemi virus Corona saat ini juga menyentuh kalangan pejabat pada lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

Tak terkecuali pada keluarga besar anggota Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si yang juga istiqomah setiap satu minggu sekali melakukan olahraga ramah lingkungan ini bersama komunitas Probolinggo Sepeda Lepet (Prospet) dengan jenis rute lintas desa.

Seperti halnya pada trip gowes kali ini, Sabtu (11/7/2020) pagi, komunitas Prospet mengambil rute yang lumayan menantang dan menguras keringat yakni jalur sejauh 20 kilometer lebih. Start dari Pondok Pesantren Hati Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan dan finish di Pantai Randu Tata (Duta) Kecamatan Paiton via Desa Kalikajar Wetan – Jabung – Paiton.

Tidak hanya diikuti oleh kalangan pejabat, kegiatan ini juga bebas diikuti oleh siapapun dan masyarakat umum. Untuk memotivasi agar lebih istiqomah dalam olahraga bersepeda, Hasan Aminuddin dalam pengarahannya mengajak seluruh peserta gowes agar selain berniat untuk olahraga sekaligus juga untuk meniatkan diri untuk ibadah kepada Allah SWT.

“Hikmah kegiatan gowes ini diantaranya adalah memperkuat silaturahim, olahraga sederhana dan murah serta merupakan bagian dari jihad. Yakni untuk memutus trend generasi muda kita yang menggunakan media motor yang arahnya cenderung negatif, kebut-kebutan dan mabuk,” jelas suami Bupati Probolinggo ini.

Pengasuh Ponpes Hati ini menjelaskan melalui kegiatan gowes ini manakala trend olahraga bersepeda ini mampu meluas ke tengah masyarakat dan mampu merubah trend negatif kebut-kebutan maka hal ini akan menjadi nilai jariyah yang akan diterima para peserta gowes.

Hasan Aminuddin juga mengingatkan agar memanfaatkan momentum bersepeda dengan komunitas ini untuk selain menimba ilmu dan teknik dasar dalam bersepeda agar juga mengisi waktu dengan melantunkan bacaan dzikir dan Al Qur’an.

“Bersepedalah dengan santai, tanpa dilandasi dengan nafsu dan saling mendahului karena hal ini bisa berbahaya dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Yang penting manfaat sehatnya kita dapat dan bisa memanfaatkan waktu yang ada dengan mengamalkan dzikir kepada Allah SWT,” pungkasnya. (dra)