Friday, September 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Ketua Umum MUI Jatim Apresiasi Kegiatan Kabupaten Probolinggo Bersholawat

Ketua Umum MUI Jatim Apresiasi Kegiatan Kabupaten Probolinggo Bersholawat

Reporter : Hendra Trisianto
PAJARAKAN – Tiada senjata yang lebih ampuh melebihi persatuan dan kebersamaan terutama sinergitas para otoritas pemerintahan. Dalam kondisi darurat pandemi Covid-19 saat ini, selain kebersamaan dalam penerapan disiplin aturan PPKM Darurat, tuntunan agama juga sangat diperlukan guna meningkatkan daya tahan masyarakat yang berimbas terhadap penguatan imunitas dan kesabaran kolektif.

Sebuah tatanan pemerintahan yang sudah cakap dan cekatan dengan budaya sinergitas didalamnya, memang seharusnya untuk diarahkan sesuai dengan tuntunan agama yakni saling bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan dalam rangka keselamatan jiwa bersama.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah SH MM, dalam tausiyahnya saat memimpin istighotsah dan dzikir bersama secara daring melalui zoom meeting dan live medsos (media sosial) pada even Kabupaten Probolinggo bersholawat hari ke-8, Senin, (12/7/2021) malam.

“Jadi kegiatan ini sangat sesuai dengan perintah Allah SWT. Jadi saya pribadi sangat mengapresiasi gerakan untuk mengajak masyarakat beribadah dan bertaqorrub memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. Mudah-mudahan melalui ikhtiar Bupati Tantri dan jajarannya, Allah SWT mengabulkan,” kata Kiai Mutawakkil, sapaan karib putra dari almarhum KH Hasan Saifurridzal Genggong ini.

Lebih lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini menuturkan, pandemi Covid-19 adalah bukan sesuatu yang remeh dan tidak boleh dianggap remeh. Diberlakukannya PPKM Darurat se-Jawa Bali oleh pemerintah pusat merupakan upaya dan strategi dalam menekan laju penyebaran dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Oleh karena itu negara harus mengambil keputusan darurat demi menjaga keselamatan bangsa atau Hifdun Nafsi dalam perspektif agama. Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk mematuhi peraturan terkait PPKM Darurat Jawa Bali ini. Dengan cara disiplin dan istiqamah melaksanakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah yaitu 5M meliputi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunanan dan mengurangi mobilitas,” imbaunya.

“Kepada para kiai, ulama dan juga para pengasuh pesantren, tokoh masyarakat dan guru-guru ngaji yang ada di mushola untuk bersama pemerintah meningkatkan kesadaran, sekaligus perilaku dalam menjaga keselamatan jiwa bersama dengan menjaga keselamatan diri, keluarga dan umat, terutama masyarakat sekitar kita. Ingat, melaksanakan ibadah sholat sunnah di rumah tidak kurang pahalanya dari Allah SWT. Apalagi untuk menjaga keselamatan jiwa bersama,” tandasnya. (dra)