Monday, May 20, 2024
Depan > Informasi Layak Anak > Kejuaraan Bulutangkis Antar Pelajar SD dan SMP Sukses Digelar

Kejuaraan Bulutangkis Antar Pelajar SD dan SMP Sukses Digelar

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Kejuaraan bulutangkis antar pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo yang digelar oleh Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Probolinggo pada Sabtu dan Minggu (24-25/6/2023) di GOR Wijaya Maron sukses digelar.

Kejuaraan bulutangkis antar pelajar SD dan SMP ini untuk tunggal putri SD diikuti 12 peserta, tunggal putra SD diikuti 22 peserta, tunggal putri SMP diikuti 9 peserta dan tunggal putra SMP diikuti 21 peserta.

Pertandingan semifinal dan final pada Minggu (25/6/2023) dihadiri oleh Ketua Umum Pengkab PBSI Probolinggo Fathur Rozi bersama seluruh pengurus serta Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan.

Dari hasil kejuaraan tersebut, untuk tunggal putri SD juara 1 diraih Salsabila dari Kecamatan Sumberasih, juara 2 diraih Zian Paradisa dari Kecamatan Paiton, juara 3 diraih Kamilia Tunisa dari Kecamatan Tiris dan juara 4 diraih Fairuz R dari Kecamatan Leces.

Tunggal putra SD juara 1 diraih Ardan dari Kecamatan Dringu, juara 2 diraih M Hafizudin dari Kecamatan Tongas, juara 3 diraih Arziqi dari Kecamatan Pajarakan dan juara 4 diraih Farik dari Kecamatan Sumberasih.

Untuk tunggal putri SMP, juara 1 diraih Ratu Balqis dari Kecamatan Pajarakan, juara 2 diraih Amel dari Kecamatan Kraksaan, juara 3 diraih Diara dari Kecamatan Pakuniran dan juara 4 diraih Cahaya dari Kecamatan Dringu.

Serta tunggal putra SMP, juara 1 diraih Ferdi dari Kecamatan Kraksaan, juara 2 diraih Adinata dari Kecamatan Dringu, juara 3 diraih Taufidi dari Kecamatan Leces dan juara 4 diraih Naufal dari Kecamatan Sukapura.

Ketua Umum Pengkab PBSI Probolinggo Fathur Rozi mengatakan bahwa kejuaraan bulutangkis antar pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Probolinggo ini bertujuan untuk memasyarakatkan bulutangkis kepada para pelajar.

“Bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di dalam O2SN atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional sehingga semangatnya ini kita memasyarakatkan supaya anak-anak kita siswa-siswa SD dan SMP cinta dengan bulutangkis,” katanya.

Rozi menerangkan kejuaraan bulutangkis ini bisa menjadi sebuah wadah untuk mencari bibit-bibit atlit bulutangkis. Sehingga ke depan ini akan banyak bibit-bibit baru atlit-atlit bulutangkis di Kabupaten Probolinggo.

“Disamping itu akhirnya akan terbangun silaturahim antar kepala sekolah dan antar orang tua dengan atlit sendiri. Paling tidak nantinya terjadi kolaborasi dan sinergi yang baik. Sebab penyelenggaraan pendidikan itu tidak bisa dikerjakan oleh sekolah, memang harus ada kolaborasi,” jelasnya.

Ke depan tegas Rozi, kejuaraan bulutangkis ini memang progresnya untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), tetapi tidak untuk tahun 2023. Sebab pihaknya ini sedang mencari bibit atlit yang nantinya terus dilakukan pembinaan.

“Sebagai tindak lanjut dari kejuaraan ini, Insya Allah nanti akan kita adakan Bupati Cup dan Kejurkab sehingga anak-anak yang menjadi bibit-bibit atlit bulutangkis sudah baik ini akan lebih intensif pembinaannya dilakukan di masing-masing klub,” terangnya.

Rozi mengharapkan dengan kejuaraan ini masyarakat menjadi semakin cinta dengan bulutangkis. Apalagi bulutangkis menjadi olahraga yang membuat prestasi Indonesia mendunia.

“Silahkan masyarakat bisa mengajari anak-anaknya suka olahraga bulutangkis. Sebenarnya bermain bulutangkis itu tidak harus selalu di gedung. Di tempat terbuka untuk mengawali tidak apa-apa yang penting suka dulu. Nanti guru-guru olahraga kita dorong juga bagaimana anak-anak di sekolah juga diajari bulutangkis,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan mengaku sangat salut dan memberikan apresiasi terhadap orang tua atlit yang begitu antusiasnya mendampingi anak-anaknya sekaligus melihat mereka bertanding luar biasa di GOR Wijaya Maron.

“Semoga even yang digelar oleh PBSI Kabupaten Probolinggo ini bisa mengorbitkan atlit-atlit yang mumpuni di bidang bulutangkis di Kabupaten Probolinggo. Dengan harapan bukan hanya tahun 2023 saja, tetapi di tahun-tahun berikutnya even seperti ini bisa digelar kembali,” ujarnya. (wan)