Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Kecamatan Wonomerto Berikan Sosialisasi dan Koordinasi Persiapan Musim Tanam 2024

Kecamatan Wonomerto Berikan Sosialisasi dan Koordinasi Persiapan Musim Tanam 2024

Reporter : Syamsul Akbar
WONOMERTO – Pemerintah Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan koordinasi persiapan musim tanam 2024 di Pendopo Kecamatan Wonomerto, Rabu (20/12/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 orang terdiri dari unsur Forkopimka Wonomerto, PPL Pertanian, Kepala Desa se-Kecamatan Wonomerto, perwakilan Pupuk Indonesia, distributor pupuk, Pemilik Kios Pupuk serta Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) di wilayah Kecamatan Wonomerto.

Selama kegiatan mereka dipandu oleh narasumber Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Taufik Alami dan Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh Faig El Himmah.

Camat Wonomerto Ali Kusno mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya petani dalam mengantisipasi musim tanam tahun 2024 dengan perubahan cuaca yang sulit untuk diprediksi dan peruntukan pupuk khususnya pupuk bersubsidi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ada kesamaan dalam pola tanam, pendistribusian pupuk bersubsidi sesuai dengan e-RDKK. Dengan menggunakan pola tanam yang sama ini akan memberikan kemudahan petani untuk mengolah lahan pertanian dan akan memberikan hasil yang lebih maksimal serta meningkatkan hasil produksi,” katanya.

Ali menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan e-RDKK yang sudah ditetapkan oleh Bupati. Pengambilan pupuk bersubsidi harus menggunakan KTP dan sudah terdaftar di e-RDKK yang ditetapkan Bupati. Pembelian pupuk bersubsidi harus disertai dengan nota pembelian. Pembelian pupuk bersubsidi harus sesuai dengan area domisili.

“Harapannya hasil yang diperoleh akan lebih meningkat dan bisa memberikan nilai tambah buat petani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Petani bisa berinovasi tidak terlalu tergantung pada pupuk bersubsidi bisa menggunakan pupuk alternatif misalnya penggunaan pupuk cair. Pendistribusian pupuk bersubsidi harus sesuai e-RDKK yang sudah ditetapkan Bupati serta adanya sinergi antara Kades, Gapoktan, Kios dan Distributor Pupuk Bersubsidi,” tambahnya.

Sementara Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami menyampaikan dalam menyambut musim tanam, ketersediaan pupuk menjadi sangat penting. Dengan dukungan distributor pupuk diharapkan dapat mensupport petani agar mudah mendapatkan pupuk.

“DKUPP sebagai Perangkat Daerah yang menangani arus distribusi pupuk akan terus melakukan pengawasan ketersediaan dan distribusi pupuk agar tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Taufik menerangkan inovasi pelaku pertanian dan kelompok petani dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian. Hal ini harus didukung bersama dengan sinergitas Perangkat Daerah dengan segenap pemangku kepentingan.

“DKUPP siap memberikan fasilitas-fasilitas kepada pelaku pertanian dan kelompok petani yang melakukan industri pengolahan pasca panen menjadi produk berbasis komoditi pertanian. Diharapkan pelaku pertanian dan kelompok petani untuk lebih mengoptimalkan penggunaan pupuk organik,” terangnya.

Sedangkan Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh Faiq El Himmah menyampaikan bagaimana proses penginputan e-RDKK mulai dari awal bersurat ke kecamatan dan desa agar kelompok tani atau petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi bisa mendaftarkan ke BPP mulai dari tanggal 1 hingga 24 Desember 2023.

“Kemudian pada saat penginputan e-RDKK didampingi APH dan sudah bersurat ke Polsek di 24 kecamatan untuk mendapatkan pendampingan. Dari situ usulan se-Kabupaten Probolinggo kita sampaikan untuk mendapatkan verifikasi berjenjang mulai dari admin kecamatan naik ke korluh hingga ke kasi untuk mendapakan ACC Kabid. Kemudian naik ke Kepala Dinas. Lalu kita naikkan ke Provinsi dan Kementerian Pertanian,” ungkapnya.

Setelah itu jelas Faiq, pihaknya menunggu brackdown alokasi pupuk bersubsidi tahun 2024 untuk Kabupaten Probolinggo dari Kementan ke Gubernur Jawa Timur. Dari Gubernur Jawa Timur ke Kabupaten Probolinggo. “Sementara ini tahapan kita masih sampai disuruh bersurat ke Kementan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Faiq berharap semua usulan yang terinput di e-RDKK tahun 2024 dapat persetujuan oleh Kementan. Misalnya Ter ACC berapa persennya, maka tidak mengurangi jumlah NIK yang sudah tertampung. Dalam artian usulan NIK itu bisa ter ACC semua. Kalaupun ada pengurangan yang dikurangi bukan NIK tetapi mengurangi alokasi pupuk bersubsidi.

“Intinya itu pemerataan dan semua harus dapat walaupun dikurangi alokasi pupuk bersubsidi tidak apa-apa. Kita masih menunggu-nunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementan terkait pupuk bersubsidi tahun 2024,” pungkasnya. (wan)