Tuesday, October 26, 2021
Depan > Pemerintahan > Kapolres Kunjungi Bayi Kembar Siam Asal Boto

Kapolres Kunjungi Bayi Kembar Siam Asal Boto

Reporter : Syamsul Akbar
LUMBANG – Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, Rabu (1/8/2018) mengungjungi bayi kembar siam dempet dada hingga perut atau Thoracoabdominoparapagus asal Desa Boto Kecamatan Lumbang Asmaul (3) dan Husna (3).

Bayi berjenis kelamin perempuan ini merupakan putri dari pasangan Doni Kurniawan (29) dan Desi Setia Ekawati (28). Kedua bayi kembar siam ini total memiliki bobot 5,2 kilogram dan tengah dalam pengawasan intensif pihak medis dari RSUD Tongas. Saat ini pihak medis memasang selang infus di kedua hidung bayi sebagai alat bantu pernafasan.

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres melihat dari dekat kondisi kesehatan bayi tersebut sambil mengelus kedua kepala bayi yang hanya memiliki 1 tubuh itu. Kepada kedua orang tuanya diminta untuk tetap kuat dan tetap sehat. Karena bagaimanapun kedua bayi ini merupakan sebuah anugerah dan titipan, sehingga harus dijaga dan dirawat sebaik mungkin

“Sebagai orang tua jangan sampai lalai dan terus patuhi apa yang menjadi saran dari dokter. Kalau ada apa-apa langsung hubungi tim medisnya, karena pihak medis sebelumnya sudah berkomitmen merawat bayi ini,” ujarnya.

Sementara Dokter Spesialis Anak RSUD Tongas dr. Vonny Mariany Deckert, SpA. mengungkapkan bahwa secara berkala pihaknya melakukan pengawasan intensif kepada kesehatan bayi kembar siam tersebut. Bahkan kini sudah ada 2 bidan yang selalu stand by mengawasi kondisi bayi kembar siam tersebut.

“Dalam waktu dekat ini kami akan mengadakan medical check up untuk mengetahui kondisi organ bayi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk dengan mendatangkan dokter spesialis anak yang lebih berkompeten,” ungkapnya.

Dr Vonny menyampaikan dalam kasus Thoracoabdominoparapagus peluang untuk memisahkannya terbilang kecil. Apalagi dalam kasus Asmaul dan Husna ini meskipun organ tubuh seperti jantung dan paru-parunya terpisah, bahkan untuk menyelamatkan salah satunya kecil kemungkinannya.

“Hal ini dikarenakan jaringan peredaran darah utama keduanya saling tersambung dan tidak bisa dipisahkan. Bahkan jika menjalani proses operasi yang lama dan dilakukan oleh dokter ahli sekalipun. Ditambah lagi kondisi jantung keduanya sangat lemah jadi sangat beresiko, ” pungkasnya.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Camat Lumbang Bambang Heriwahjudi dan jajaran Forkopimka Lumbang, Kepala Desa Boto serta jajaran medis dari RSUD Tongas. (wan)