Thursday, September 23, 2021
Depan > Pemerintahan > Jelang Lebaran, Pemkab Gelar Pasar Murah di Lima Kecamatan

Jelang Lebaran, Pemkab Gelar Pasar Murah di Lima Kecamatan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jelang lebaran hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah di 5 (lima) kecamatan meliputi Kecamatan Krucil, Tiris, Tongas, Kuripan dan Pakuniran.

Setiap kecamatan, total sasarannya mencapai 280 orang keluarga pra sejahtera yang masing-masing mendapatkan paket beras 5 Kg, gula lokal 2 Kg, minyak goreng 2 liter dan telur ayam 1 Kg dengan total harga Rp 100.000,-. Harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran sebesar Rp 165.000,-.

Selain Disperindag, pasar murah ini juga melibatkan Perum Bulog Probolinggo dan perusahaan jamur PT Surya Jaya Abadi Perkas. Keterlibatan kedua instansi ini dimaksudkan bagaimana perusahaan-perusahaan ini memiliki kepedulian. Dengan demikian, selain mendapatkan jatah pembelian untuk pasar murah, masyarakat penerima juga bisa menambah untuk membeli yang lain.

“Sinergi antara pemerintah dan perusahaan ataupun instansi ini dilakukan untuk mengurangi beban masyarakat keluarga pra sejahtera. Semoga untuk tahun berikutnya akan semakin harmonis dan akan lebih banyak perusahaan-perusahaan atau instansi yang ikut berjuang atau bergerak dalam pelaksanaan kegiatan pasar murah bagi keluarga pra sejahtera,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami.

Menurut Taufik, kegiatan pasar murah ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk masyarakat pra sejahtera bagaimana mencukupi kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. “Selain itu, tujuan pasar murah ini menjadi standar agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga yang cukup tiinggi yang biasanya terjadi setiap tahun menjelang hari besar keagamaan,” jelasnya.

Taufik menjelaskan untuk pelaksanaan pasar murah tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana pelaksanaannya disesuaikan dengan protokol kesehatan (prokes). Penerima manfaatnya adalah mereka yang terdaftar dalam database kemiskinan atau keluarga pra sejahtera yang akan diverifikasi oleh desa dan kecamatan dengan dibuktikan Kartu Tanda Penduduk (KT).

“Diharapkan dari kegiatan ini penerima manfaat khususnya keluarga pra sejahtera tidak lagi kesulitan atau merasa terbantukan dengan harga yang cukup murah. Karena nilainya 40% hingga 50% dari nilai biasanya. Jadi misalkan harganya Rp 165.000, cukup dengan anggaran senilai sekitar Rp 100.000,” terangnya.

Taufik menambahkan kegiatan pasar murah ini sengaja diperketat salah satunya adalah untuk menghindari spekulan-spekulan atau pedagang-pedagang besar yang memanfaatkan. Sebab biasanya nanti dibeli oleh pedagang besar dan dijual lagi dengan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Inilah yang tidak disukai oleh Ibu Bupati sehingga ibu Bupati memerintahkan kepada kami (Disperindag, Red) untuk kembali kepada hakikat pasar murah betul-betul sasaran yang harus tepat serta pelaksanaan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Disamping juga sangat bermanfaat bagi masyarakat pra sejahtera,” harapnya. (wan)