Depan > Kemasyarakatan > Inovasi BUMI KRAKSAAN Terbaik III TOP 30 Inovasi Pelayanan Publik Kategori Umum

Inovasi BUMI KRAKSAAN Terbaik III TOP 30 Inovasi Pelayanan Publik Kategori Umum

Reporter : Syamsul Akbar
SURABAYA – Inovasi Budidaya Udang vannaMeI Kolam bundaR menggunAKan raS di media Air laut buatAN (BUMI KRAKSAAN) yang dikembangkan oleh Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berhasil meraih predikat Terbaik III TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Kategori Umum.

Penghargaan tersebut diterima oleh Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI Tjahjo Kumolo dalam ajang Penganugerahan Penghargaan TOP 30 Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur tahun 2021 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Jum’at (19/11/2021).

Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengharapkan agar inovasi BUMI KRAKSAAN ini bisa bermanfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Semoga ini bisa menjadi semangat bagi OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk membiasakan budaya menciptakan inovasi,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, penghargaan ini merupakan sebuah prestasi bersama dan kerja keras dari semua OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya Dinas Perikanan dalam menciptakan inovasi terbaik dalam pelayanan publik. “Semoga ini bisa memotivasi OPD lain yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan inovasi BUMI KRAKSAAN ini dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa budidaya udang vannamei dapat dilakukan di pekarangan rumah dan jauh dari kawasan pesisir.

“Budidaya udang vannamei dengan inovasi BUMI KRAKSAAN ini dapat meningkatkan pendapatan dan penghasilan para pembudidaya karena nilai jualnya jauh lebih mahal dari pada ikan air tawar,” ungkapnya.

Menurut Dedy, inovasi BUMI KRAKSAAN merupakan inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan berupa air laut buatan sisa dari panen garam yang memiliki mineral yang cukup tinggi atau disebut air bittern. “Air tersebut dicampur dengan air tawar dan diberikan garam krosok. Budidaya ini cocok di wilayah yang jauh dari laut,” pungkasnya. (wan)