Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Inovasi BUMI KRAKSAAN Masuk Nominasi 4 Besar Inovasi Teknologi Award 2021

Inovasi BUMI KRAKSAAN Masuk Nominasi 4 Besar Inovasi Teknologi Award 2021

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Budidaya udang kolam terpal dengan inovasi Budidaya Udang vannaMeI Kolam bundaR menggunAKan raS di media Air laut buatAN (BUMI KRAKSAAN) yang diterapkan oleh Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo berhasil masuk nominasi 4 besar dalam Lomba Inovasi Teknologi Award tahun 2021.

Senin (20/9/2021) pagi, tim penilai dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan lapangan untuk melihat dari dekat inovasi BUMI KRAKSAAN di UPT Perikanan Budidaya Air Tawar/Payau Diskan Kabupaten Probolinggo.

Tim penilai sebanyak 4 (empat) orang yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan dan SIDA Balitbang Provinsi Jawa Timur Heru Wahono ini diterima oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Azis.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim penilai Lomba Inovasi Teknologi Award 2021 melihat dari dekat inovasi budidaya udang vannamei dengan inovasi BUMI KRAKSAAN yang menggunakan media air laut buatan.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan inovasi BUMI KRAKSAAN ini dimaksudkan untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa budidaya udang vannamei dapat dilakukan di pekarangan rumah dan jauh dari kawasan pesisir.

“Budidaya udang vannamei dengan inovasi BUMI KRAKSAAN ini dapat meningkatkan pendapatan dan penghasilan para pembudidaya karena nilai jualnya jauh lebih mahal dari pada ikan air tawar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan dan SIDA Balitbang Provinsi Jawa Timur Heru Wahono menyampaikan inovasi BUMI KRAKSAAN yang dikembangkan memiliki karakteristik khusus karena menemukan formulasi berupa media air laut buatan yang dibuat dari air tawar, garam krosok yang banyak ditemukan di Kabupaten Probolinggo serta ditambah air jenuh garam.

“Harapannya dari inovasi ini apabila berlanjut akan difasilitasi untuk mendapatkan HAKI, sehingga orang lain tidak dengan gampang langsung mengadopsi yang merupakan inovasi BUMI KRAKSAAN,” katanya.

Selain inovasi BUMI KRAKSAAN, kunjungan lapangan juga dilakukan terhadap inovasi Chitosan Edible Coating dari Sisik Ikan untuk Memperpanjang Masa Simpan Buah dan Sayur dari Kabupaten Probolinggo, inovasi STICLE (Natural Instan Stain Remover) dari Kabupaten Tuban serta Es Krim Q-ta Barokah dari Kulit Kopi Organik dari Kabupaten Jombang. (wan)