Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kesehatan > Ibu Hamil Positif COVID-19 Tidak Bisa Menularkan Virus ke Janinnya

Ibu Hamil Positif COVID-19 Tidak Bisa Menularkan Virus ke Janinnya

Reporter : Wahed Efendi
KRAKSAAN – Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan hingga saat ini belum ada laporan ilmiah yang membuktikan bahwa ibu hamil yang terkonfirmasi positif COVID-19 dapat menularkan ke bayi baik melalui proses kehamilan maupun persalinannya.

“Ibu hamil dikatakan lebih rentan terhadap adanya infeksi COVID-19, karena selama proses kehamilannya seorang ibu hamil akan mengalami perubahan fisiologis, psikologis dan imunologis, sehingga dampak yang didapat akan lebih berat karena beberapa penyakit pernafasan yang diderita. Beberapa penelitian membuktikan bahwa virus COVID-19 tidak dapat menular melalui transmisi vertikal, seperti Air Susu Ibu (ASI) dan cairan ketuban,” katanya, Rabu (9/9/2020) malam.

Dewi menerangkan, virus COVID-19 menular melalui droplet (percikan cairan pernafasan). Risiko penularan terjadi saat bayi tersebut kontak bersama dengan ibunya yang berstatus terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ibu tetap dapat menyentuh dan kontak dengan bayinya saat menyusui, karena hal ini membantu perkembangan bayinya, tetapi harus disertai dengan penerapan cara menyusui yang aman yaitu dengan menerapkan kebersihan pernafasan, selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi dan pastikan rutin membersihkan semua permukaan,” jelasnya.

Menurut WHO jelas Dewi, ibu hamil dengan status terkonfirmasi positif COVID-19 dapat melakukan persalinan secara caesar sesuai indikasi medis maupun persalinan individu sesuai indikasi kebidanan.

“Sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk melakukan pencegahan untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19 dan segera melaporkan ke layanan kesehatan dan melakukan isolasi bila terjadi gejala (demam, batuk, pilek, sesak nafas, diare, penurunan indera penciuman dan perasa),” terangnya.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan ibu hamil dari infeksi COVID-19 yaitu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau sanitizer, menjaga jarak sedikitnya 1 meter terutama dengan orang yang batuk/bersin, tidak menyentuh area wajah terutama hidung, mata dan mulut, tidak keluar rumah kecuali kebutuhan mendesak, memakai masker saat keluar rumah serta harus menjaga kebersihan pernafasan yaitu dengan menutup mulut dengan siku saat batuk/bersin, menjaga asupan gizi yang seimbang dan yang tidak kalah pentingnya yaitu dukungan psikologis dan kasih sayang dari keluarga.

“Sejak pandemi COVID-19 ini, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo menyatakan bahwa semua ibu hamil termasuk yang terinfeksi COVID-19 atau dicurigai terinfeksi COVID-19 berhak mendapatkan pelayanan perawatan dengan kualitas yang baik sebelum, selama dan setelah melahirkan,” tegasnya.

Sehingga dilakukan juga skrining pemeriksaan rapid diagnosis test dan pemeriksaan PCR (swab) gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit bagi setiap ibu hamil trimester ketiga, sehingga ibu hamil dapat melahirkan dengan tenang dan aman untuk melindungi ibu, bayi dan tenaga kesehatan.

“Semoga upaya yang dilakukan ini dapat menghentikan laju penambahan kasus COVID-19 pada ibu hamil di Kabupaten Probolinggo. Stay safe, stay healthy and stay happy ya moms. Salam sehat,” pungkasnya. (hed)