Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > HIPMI-Disnakertrans Jatim Latih Ketrampilan MTU

HIPMI-Disnakertrans Jatim Latih Ketrampilan MTU

Reporter : Mujiono
GENDING – Sebagai upaya memberikan kemandirian, ilmu pengetahuan, skill dan kompetensi baru, BPC HIPMI Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan ketrampilan Mobile Training Unit (MTU), Senin (7/5/2018) di gedung Sasana Budaya PG Gending Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan yang dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Wahid Nurahman, pejabat OPD terkait serta ratusan peserta dari Kecamatan Krucil, Pajarakan, Krejengan, Gending dan Dringu.

Paket pelatihan ketrampilan MTU yang dilaksanakan meliputi, untuk Kecamatan Krucil dengan 20 orang peserta selama 14 hari, Kecamatan Pajarakan dengan 16 orang peserta selama 30 hari, Kecamatan Krejengan dengan 16 orang peserta selama 30 hari, Kecamatan Gending dengan 20 orang peserta selama 14 hari dan Kecamatan Dringu dengan 20 orang selama 14 hari.

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Disnakertrans Provinsi Jawa Timur Suhartoyo menyampaikan, secara fakta tingkat pengangguran tergolong masih relatif kecil. Pemerintah melalui kerja sama dengan BPC HIPMI Kabupaten Probolinggo terus berupaya meminimalisir pengangguran dan menciptakan potensi wirausaha yang produktif agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara Pj. Bupati Probolinggo R. Tjahjo Widodo menjelaskan, perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo harus lebih ditingkatkan, khususnya dari segi perekonomiannya.

“Pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang kreatif dan inovatif serta dapat mengisi pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Semoga pelatihan ini bermanfaat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Tjahjo Widodo, melalui binaan BPC HIPMI Kabupaten Probolinggo dalam programnya memberikan pelatihan keterampilan MTU merupakan sebagai modal dalam mendirikan wirausaha baru. “Dengan menciptakan usaha baru dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Probolinggo,” tukasnya. (y0n)