Wednesday, June 16, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Himbau Pengunjung Taati Aturan Pengelola Wisata

Himbau Pengunjung Taati Aturan Pengelola Wisata

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sangat menyayangkan terkait terjadinya tragedi maut yang menimpa Febri Yandinur Orsalbadat (19), remaja asal Kalimantan Timur (Kaltim) di kawasan destinasi wisata air terjun Jaran Goyang Desa Guyangan Kecamatan Krucil, Rabu (4/3/2020) siang.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, menghimbau kepada masyarakat dan pengunjung destinasi wisata alam agar benar-benar mengikuti petunjuk arahan dari petugas lapangan serta mematuhi aturan main dan larangan yang sudah dibuat pengelola wisata setempat.

“Destinasi wisata air terjun Jaran Goyang Desa Guyangan sebenarnya sudah relatif aman dan nyaman. SOP-nya pun sudah lengkap, namun jika hal ini tidak dipatuhi oleh pengunjung maka kemungkinan terjadinya kecelakaan juga besar,” kata Sugeng Wiyanto, saat ditemui di Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (5/3/2020).

Rasa belasungkawa dan prihatin juga disampaikan mantan Camat Tongas ini, pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas jerih payah dan kerja sama yang baik dari seluruh elemen yang tergabung dalam tim Search and Rescue (SAR) yang akhirnya sukses menemukan dan mengevakuasi jasad korban yang sempat hilang selama hampir 12 jam.

“Selain kesigapan tim SAR Basarnas, Tim SAR BPBD, tim SAR Dishub dan tim Rescue PT POMI selaku CSR setempat dan TNI-Polri, gabungan relawan Pramuka, Sencom Mitra Polri dan segenap elemen masyarakat Desa Guyangan dan Forkopimka Krucil juga sangat berperan penting dalam proses evakuasi dan proses pencarian sejak awal,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr Mirrah Samiyah juga menyampaikan rasa duka dan belasungkawa atas kejadian yg dialami korban. Apresiasi serupa juga disampaikan atas kekompakan gabungan tim SAR dan seluruh elemen yang terlibat sehingga proses evakuasi berjalan dengan baik.

“Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi semua, dari sisi pengunjung wajib mentaati aturan yg sudah diberlakukan bagi keselamatan diri. Pengelola juga harus tetap semangat dan terus berproses belajar untuk melakukan analisis risiko dan hazard terkait keselamatan, keamanan dan hal-hal lainnya,” ungkap dokter Mia sapaan akrab wanita asal Kota Kraksaan ini.(dra)

cww trust seal