Sunday, June 13, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Himbau Anak Nelayan Sekolah Sampai Perguruan Tinggi

Himbau Anak Nelayan Sekolah Sampai Perguruan Tinggi

Reporter : Hendra Trisianto
PAITON – Stigma negatif profesi nelayan yang kurang berpendidikan dan masyarakat nelayan yang identik dengan kekumuhan, kemiskinan harus dirubah. Nelayan adalah profesi yang sangat membanggakan, terutama di masa pandemi COVID-19, saat usaha yang lain terhenti, profesi nelayan tetap dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat.

Hal ini disampaikan Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Ir Muhammad Zaini MM saat berdialog bersama masyarakat nelayan dalam kunjungan kerja bersama Pimpinan Komisi IV DPR RI dalam rangka bhakti nelayan di Kabupaten Probolinggo, Sabtu (24/10/2020) pagi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.

Dalam paparanya Muhammad Zaini mengatakan, bahwa selama ini kualitas pendidikan bagi anak-anak nelayan tidak menjadi prioritas utama, maka tidak heran jika kemudian banyak stigma negatif yang terbangun. Satu-satunya cara untuk merubah semua itu kata Muhammad Zaini adalah melalui peningkatan kualitas dan jenjang pendidikan.

“Masyarakat nelayan harus bangkit dan tidak minder lagi dengan profesi nelayan, karena nelayan memiliki potensi besar yang tidak dimiliki orang lain. Jangan jadikan anak kita hanya sebagai pendamping ayahnya melaut tanpa diberikan pendidikan yang cukup. Karena pendidikan akan menghasilkan pola pikir yang lebih maju, wawasan lebih luas dan cita-cita yang lebih tinggi,” kata Muhammad Zaini.

Lebih lanjut Muhammad Zaini menghimbau kepada masyarakat nelayan untuk memberikan kesempatan kepada putra putrinya agar dapat melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi. Kesempatan untuk belajar di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) KKP yang tersebar di seluruh Indonesia sangat terbuka lebar.

“STP ini adalah pendidikan gratis, semua biaya ditanggung Pemerintah, mulai dari buku, biaya makan dan asrama semua ditanggung Kementrian KKP. Dimana 70% porsinya adalah diperuntukkan bagi putra-putri masyarakat nelayan,” jelas Muhammad Zaini.

“Hilangkan rasa minder, manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini untuk anak-anak kita karena potensi perikanan masih sangat luas. Ada persepsi anak nelayan akan tetap jadi nelayan, iya betul, namun disini mereka akan dididik menjadi nelayan entrepreneur dengan jiwa bisnis kuat,” tandasnya.

Sementara itu terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs H Hasan Aminuddin M.Si menyambut baik misi KKP dalam upaya melahirkan nelayan-nelayan millenial. Untuk mendorong upaya tersebut pihaknya mengusulkan agar juga membentuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kelautan dan Perikanan di daerah-daerah pesisir.

Hasan Aminuddin tidak menampik bahwa regenerasi nelayan Indonesia tidak berkualitas karena kurangnya pendidikan terkait perikanan dan kelautan, maka tidak heran jika profesi nelayan bukanlah frofesi pilihan. Generasi produktif saat ini lebih memilih profesi karyawan swasta ketimbang menjadi seorang nelayan.

“KKP akan segera berkoordinasi bersama kementrian terkait. Akan ada dua kemungkinan yakni membangun yang baru atau memanfaatkan SMK yang sudah ada di daerah dengan menyesuaikan kurikukum sesuai studi yang mengarah bidang Kelautan dan Perikanan,” jelas suami Bupati Probolinggo ini.

“Bahkan kata Pak Dirjen, KKP juga telah berkomitmen agar kapal-kapal sitaan ilegal fishing juga bisa dihibahkan kepada sekolah-sekolah yang memang bergerak di bidang perikanan dan kelautan,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal