Sunday, September 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Harkop ke-74 dan Hari UMKM ke-6, Pemkab Gelar Tasyakuran

Harkop ke-74 dan Hari UMKM ke-6, Pemkab Gelar Tasyakuran

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Sebagai rangkaian dari peringatan Hari Koperasi (Harkop) ke-74 dan Hari UMKM ke-6 Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar tasyakuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, Selasa (24/8/2021) siang.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan piagam penghargaan kepada KUD Argopuro atas keberhasilannya menjadi juara III Koperasi Berprestasi Kategori Koperasi Produsen yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur serta piagam penghargaan kepada Siti Nur Seha sebagai ucapan terima kasih atas partisipasinya telah mengikuti lomba UMKM Milenial Breakthru Session 2 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan mendapatkan juara II.

Kegiatan yang diselenggarakan di ruang pertemuan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Praktisi Koperasi dan UMKM Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji serta Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Seremonial Harkop ke-74 dan Hari UMKM ke-6 ini diikuti oleh perwakilan insan gerakan koperasi dan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kegiatan ini diawali dengan tayangan video berisi ucapan selamat Hari Koperasi ke-74 dan Hari UMKM ke-6 tahun 2021 oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE kepada para insan koperasi dan pelaku UMKM di Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto menyampaikan insan koperasi dan UMKM terus bergerak secara masif berkontribusi terhadap pemerataan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Insan koperasi dan UMKM tahun 2021, melalui gerakan koperasi dan UMKM peduli telah melaksanakan berbagai gerakan sosial dan telah berikrar menjadi garda terdepan gerakan kepedulian sosial di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Anung mengharapkan peringatan Hari Koperasi ke-74 dan Hari UMKM ke-6 yang bertepatan dengan HUT ke-76 Kemerdekaan RI tahun 2021 Kabupaten Probolinggo menjadi motivasi dan inspirasi bagi insan koperasi dan UMKM Kabupaten Probolinggo.

“Insan koperasi dan UMKM yang inovatif, adaptif dan kekinian akan terus mampu memberi warna dan mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa serta menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi bagi keluarga dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan koperasi dan UMKM adalah penggerak utama sendi-sendi kehidupan ekonomi rakyat, menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan ekonomi rakyat yang kuat adalah cita-cita dari pendiri bangsa.

“Dengan meneladani semangat perjuangan pendiri bangsa, insan koperasi dan UMKM harus membangun ketangguhan menghadapi pandemi Covid-19 dan menumbuhkan daya saing di era Revolusi Industri 4.0 untuk mewujudkan ekonomi rakyat yang kuat dan modern,” katanya.

Menurut Hasyim, untuk memajukan koperasi dan UMKM semua pihak harus bisa menyamakan persepsi. Kalau masih berjalan sendiri-sendiri, maka koperasi dan UMKM sulit akan maju dan berkembang.

“Persamaan persepsi ini penting untuk dilakukan dan itu menjadi sebuah persoalan yang harus kita pikirkan bersama. Janganlah mudah untuk mendirikan koperasi baru, tetapi bagaimana kita bisa membina dan melakukan pendampingan kepada koperasi yang sudah ada,” jelasnya.

Hasyim menegaskan bahwa aset-aset KUD itu di Kabupaten Probolinggo sangat banyak dan itu merupakan aset pusat. Oleh karena itu Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo bersama gerakan koperasi untuk bersama-sama mendata dan meminta aset-aset KUD untuk dikelola.

“Cobalah koperasi yang ada di desa dan sudah berjalan agar aset KUD nya diperbaiki untuk dijadikan kantor. Jangan sampai kegiatan koperasi berada di rumah pengurus. Karena setiap pergantian pengurus pasti akan menjadi masalah,” tegasnya.

Terkait dengan sektor UMKM Hasyim menerangkan bahwa pelaku UMKM ini sudah pandai dan ahli dalam membuat sebuah produk. Namun persoalan besar yang sering dihadapi oleh pelaku UMKM adalah berkaitan dengan pasar.

“Pelatihan-pelatihan ini perlu dikurangi dan MoU (Memorandum of Understanding) terkait pemasaran perlu untuk ditambah. Memang pemasaran ini menjadi sebuah masalah bagi para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembacaan refleksi sejarah perjalanan koperasi dari masa ke masa oleh Praktisi Koperasi dan UMKM Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji. (wan)