Monday, April 12, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Harapkan Buah Pinang Kering Sebagai Peluang Usaha Kecil

Harapkan Buah Pinang Kering Sebagai Peluang Usaha Kecil

Reporter : Hendra Trisianto
GADING – Produksi buah pinang kering yang banyak hasilkan oleh warga Desa Duren Kecamatan Gading diharapkan menjadi potensi lokal yang bisa dikembangkan lebih luas sebagai peluang usaha kecil yang menguntungkan bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE pada saat memantau salah satu pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu Lansia, tepatnya di Dusun Serreh Desa Duren Kecamatan Gading, Selasa (3/3/2020) pagi.

Saat itu Bupati Tantri bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Mahbub Zunaidi serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait juga menyempatkan diri untuk melihat potensi pinang dan keberadaannya yang tersebar pada areal persawahan dan ladang-ladang penduduk setempat.

“Ke depan kami akan telusuri pada hilir bisnis pinang kering ini, tujuannya adalah untuk mengetahui apa saja jenis-jenis pemanfaatannya serta seperti apa bahan baku yang diinginkan para konsumen. Info tersebut kemudian akan menjadi dasar kita untuk mengupayakan peningkatan kapasitas produksi disini,” kata Bupati Tantri saat mengunjungi Umi Hanya (45) salah satu warga pemilik usaha produksi buah pinang kering.

Kunjungan tersebut berlangsung begitu mengalir dan interaktif, bahkan Bupati Tantri tidak ragu-ragu untuk turut serta dalam salah satu proses produksi pinang kering yakni mengupas dan mengiris buah pinang muda sebelum kemudian dijemur. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya dengan berbincang langsung dengan warga seputar dunia bisnis pinang kering yang belum begitu umum di Kabupaten Probolinggo.

Bupati Tantri mengemukakan salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha kecil ini selain penjualannya yang masih mengandalkan para tengkulak, proses pengeringan yang relatif lama juga menjadi kendala tersendiri terlebih pada musim hujan seperti saat ini.

Sementara lanjut Bupati Tantri, permintaan bahan baku pinang kering tersebut nyatanya selalu ada tanpa mengenal musim. Begitu juga dengan bahan bakunya yang juga selalu tersedia di alam.

“Dibutuhkan sentuhan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi pinang kering ini, salah satunya adalah bantuan mesin pengering (oven) untuk kelompok. Atau mungkin mesin grader (penepung) jika nantinya sudah bisa terhubung langsung dengan produsen pemanfaat bahan baku pinang kering ini,” tandasnya.

Sementara Umi Hanifa menyampaikan senang sekali dengan adanya perhatian Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas usahanya tersebut. Ia mengakui memang sangat membutuhkan mesin pengering agar produksi pinangnya lebih cepat, lebih banyak dan berkualitas.

“Sampai saat ini kami hanya menjual seperti ini karena permintaan tengkulaknya adalah bentuk kering seperti ini. Tentu kami sangat berharap adanya bantuan mesin pengeringan tersebut karena meskipun musim hujan permintaan tetap ada makanya produksi kami tetap jalan,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal