Depan > Kemasyarakatan > Gas Metan di TPA Seboro Dimanfaatkan Sebagai Sumber Energi

Gas Metan di TPA Seboro Dimanfaatkan Sebagai Sumber Energi

Reporter : Syamsul Akbar
KREJENGAN – Timbunan sampah yang mengandung sampah organik yang ada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Seboro Kecamatan Krejengan akan terurai secara anaerob dan menyebabkan timbulnya gas bio atau Land Fill Gas (LFG) yang didominasi oleh gas metana (CH4).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan gas metana yang diproduksi oleh sektor persampahan merupakan sumber emisi Gas Rumah Kaca (GRK). “Gas metana yang tidak dikelola dengan baik akan terlepas ke atmosfer dan berkontribusi pada pemasanan global,” katanya.

Menurut Joko, pemanfaatan gas metan sebagai sumber energi alternatif telah dilakukan di TPA Seboro Kecamatan Krejengan. Pemanfaatan gas metan di TPA Seboro dilakukan melalui tahapan pengumpulan gas, penyaluran gas, pemurnian gas dan pemanfaatan gas.

“Pengumpulan atau penangkapan gas metan dilakukan dengan pemasangan pipa pengumpul gas vertikal dan horisontal pada lokasi penimbunan sampah (lahan urug). Gas metan yang dihasilkan dari landfill masih bercampur dengan gas lain, sehingga harus dialirkan ke reaktor pemurnian gas,” jelasnya.

Joko menerangkan paradigma pengelolaan sampah yang masih terjadi di sebagian besar daerah di Indonesia adalah kumpul-angkut-buang, sehingga mengakibatkan sampah menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) atau landfill.

“Pengelolaan dan pemanfaatan gas metan di TPA menjadi sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi untuk menurunkan emisi GRK sekaligus sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan,” terangnya.

Lebih lanjut Joko menegaskan fasilitas pemurnian gas akan menghasilkan gas metan dengan kualitas tertentu yang diinginkan, sesuai dengan spesifikasi instalasi pemurni gas. Gas yang dihasilkan merupakan gas yang siap pakai untuk dikonversi menjadi energi listrik ataupun bahan bakar.

“Gas metan di TPA Seboro dimanfaatkan sebagai sumber energi pembakaran sebagai pengganti LPG dengan menghubungkan ke unit kompor. Rumah tangga di sekitar TPA juga dapat memanfaatkan gas metana dari TPA untuk kompor gas,” pungkasnya. (wan)