Tuesday, October 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Gangguan Jantung, Positif COVID-19 Asal Desa Randujalak Meninggal Dunia

Gangguan Jantung, Positif COVID-19 Asal Desa Randujalak Meninggal Dunia

Reporter : Syamsul Akbar
BESUK – Satu orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di RSUD Tongas dinyatakan meninggal dunia. Diagnosa medis dari yang bersangkutan karena gagal pernapasan dan gangguan jantung.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Selasa (25/8/2020) malam. Dengan adanya tambahan 1 orang ini, maka secara keseluruhan orang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Probolinggo yang meninggal dunia sebanyak 15 orang.

“Tambahan 1 (satu) orang terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia ini adalah laki-laki berusia 57 tahun dari Desa Randujalak Kecamatan Besuk. Yang bersangkutan sebelumnya menjalani perawatan di RS Lavalette Malang,” katanya.

Menurut Shodiq, yang bersangkutan masuk ke rumah sakit pada tanggal 22 Agustus 2020 pukul 16.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan swab hasilnya positif terkonfirmasi COVID-19. Kemudian dilakukan perawatan, tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia keesokan harinya pukul 21.45 WIB.

“Hasil diagnosa dari dokter yang menanganinya, kita lebih cenderung memang penyakit penyertanya diantaranya gagal pernapasan dan berhentinya fungsi jantung. Sehingga yang bersangkutan meninggal dunia,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini menerangkan selanjutnya yang bersangkutan dimakamkan sesuai dengan standart prosedur protokol kesehatan pemakaman COVID-19. “Terlebih pemeriksaan swab evaluasi masih belum dilakukan karena masih belum waktunya dilakukan evaluasi,” terangnya.

Shodiq menambahkan pada saat prosesi pemakaman berlangsung, perwakilan pihak keluarga juga turut mendampingi dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Sementara keluarga yang lain hanya melihat dari kejauhan untuk mengurangi resiko penularan COVID-19.

“Alhamdulillah, pihak keluarga bisa menerima dengan lapang dada dan tidak ada penolakan mulai dari pemulasaraan jenazah hingga proses pemakaman dengan protokol pemakaman COVID-19,” pungkasnya. (wan)