Monday, September 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Galakkan Ecobrick Sebagai Program Atasi Sampah Plastik

Galakkan Ecobrick Sebagai Program Atasi Sampah Plastik

Reporter : Mujiono
GENDING – Ecobrick merupakan bata yang terbuat dari sampah plastik, sehingga ramah lingkungan. Sampah plastik dimasukkan ke dalam botol dengan kepadatan tertentu. Ecobrik bukan hanya solusi atasi plastik. Dalam pemanfaatannya ia tidak hanya jadi produk atau bangunan yang berfungsi.

Untuk pemanfaatan sampah plastik tersebut, PT. POMI Paiton Energy didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan FKPS menggelar Ecobrick Earth Building Party, Minggu (28/4/2019) di lokasi obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Terdapat 33 trainer ecobrick di tanah air yang berlatih seputar bangunan tanah dan ecobrick di Pantai Bentar. Untuk memantapkan proses pemanfaatan ecobrick, selama 5 (lima) hari ToT tentang konstruksi bangunan tanah dan ecobrick yang pertama di Indonesia dan di dunia dengan pelatih Russell Maier dan Ani Himawati dari Global Ecobrick Alliance (GEA).

Acara pelatihan di Pantai Bentar ini telah dipersiapkan selama beberapa bulan sebelumnya oleh Sanggar Hijau Indonesia bekerja sama dengan Pemkab Probolinggo, CSR PT. Paiton Energy – PT POMI dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR di Probolinggo dan Jawa Timur.

Di hari pertama, Rabu (24/4/2019) mereka belajar teori bangunan tanah dan ecobrick, urgensi, prinsip dan teknik dasar serta arah gerakan. Kemudian di hari kedua dan seterusnya, membangun taman mandala dengan menggunakan lebih dari 2000 ecobrick. Untuk hari kelima Minggu (28/4/2019) dilaksanakan penutupan.

Saat pelaksanaan, ribuan ecobrick yang dikerjakan dan dibuatnya dengan menggunakan tanah, pasir dan jerami lokal yang dibawa dari daerah masing-masing menjadi Taman Mandala. Dimana, Mandala adalah seni pola geometris yang mudah ditemui di semua peradaban lama dan sekarang. Prinsip mandala yang berbentuk lingkaran, ada pusat lalu menyebar keluar, berpola simetris dan balanced menjadi metode mudah dalam menyebarkan teknik, gerakan dan membangun kolaborasi. Baik skala kecil maupun besar.

Akan tapi, dengan bangunan tanah dan penerapan pada ruang hijau, aplikasi ini dapat mendorong dan menghidupkan lagi banyak hal lain. Penerapan taman dan kebun bagi orang akan menikmati, bermain, belajar dan berkoneksi lagi dengan alam. Ruang hijau akan tercipta, pohon dan tanaman akan menyuburkan lingkungan, menyerap karbon dan menyehatkan dan menyuburkan sekitar.

Bambang Jiwantoro selaku Community & Human Resources Manager PT POMI Paiton menjelaskan momentum ecobrick merupakan sebuah kesadaran dalam menangani masalah sampah plastik. Kegiatan ecobrick ini pula menjadi sebuah program dalam menangani masalah sampah plastik dengan solusi secara efektif tanpa polusi oleh Paiton Energy dan POMI. Hal ini telah banyak dilakukan dalam menangani sampah diantaranya komunitas bank sampah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Program Eco Pesantren untuk mendorong pesantren dalam mengelola sampah.

“Alternatifnya, menggalakkan di pesantren untuk peduli sampah plastik melalui program ecobrick. Agar supaya sampah tidak menjadi polusi lingkungan dan berdampak buruk terhadap kesehatan lingkungan. Tetapi ecobrick menjadi sebuah kegiatan yang efektif untuk memanfaatkan sampah plastik agar tidak dibuang di sembarang tempat atau membakarnya,” ungkapnya.

Menurut Bambang, dengan melakukan kerja sama yang baik dengan FKPS dan komunitas bank sampah, maka akan dapat menjalankan program kegiatan penanganan sampah plastik dengan baik dan menjadi lebih bermanfaat. “Dimana FKPS dan Komunitas Bank Sampah telah bergerilya di tiap-tiap sekolah mendorong program ecobrick ini untuk dilaksanakan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara Ketua FKPS (Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dr. Mirrah Samiyah mengatakan pihaknya terus menggenjot agent of change di bidang kesehatan serta demi terwujudnya good and clean environtment. Oleh karenanya FKPS terus menggalakkan pemanfaatan sampah daur ulang untuk ekosistem dan lingkungan yang bersih. Salah satu solusi terbaik adalah dengan ecobrick.

“Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk memberi nilai manfaat pada sampah. Ecobrick merupakan solusi limbah lokal yang mulai massif digerakkan masyarakat di seluruh dunia secara khusus di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menurutnya, FKPS dalam sebuah program secara simultan terus membumikan gerakan pelatihan dan pemanfaatan ecobrick di lingkungan pemerintahan, sekolah serta masyarakat luas. “Gerakan ini sejalan dengan visi dan misi Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) yang terus berkomitmen mendorong bumi yang hijau, ekosistem yang sehat dan zerowaste. Bersama FKPS, lingkungan sehat, keluarga hebat dan Indonesia cemerlang,” pungkasnya. (y0n)