Sunday, January 23, 2022
Depan > Kemasyarakatan > From Zero to Hero, Mantan Pekerja Tambak Udang Sukses Menjadi Bos Tambak

From Zero to Hero, Mantan Pekerja Tambak Udang Sukses Menjadi Bos Tambak

Reporter : Hendra Trisianto
PROBOLINGGO – Kebutuhan keluarga tercukupi, biaya sekolah anak-anak terjamin serta waktu bersama keluarga terpenuhi. Itulah saat ini yang dirasakan oleh Abdurrohim (38) salah satu pembudidaya udang vannamei binaan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo asal Desa Pajurangan Kecamatan Gending.

Setahun sebelumnya pria yang karib disapa Durrahim ini hanyalah seorang karyawan lepas pada sebuah tambak udang intensif. Dirinya pun tak luput dari PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat badai Covid-19 yang juga melanda Kabupaten Probolinggo .

Karena kondisinya tersebut, Rohim sebagai tulang punggung keluarga harus cepat-cepat memutar otaknya. Terlebih kedua anaknya yang sedang bersekolah itu pun juga membutuhkan biaya tak sedikit.

Singkat cerita, dalam kekalutannya itu dirinya mendengar kabar bahwa ada pelatihan budidaya udang vannamei air laut buatan dari Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo. Tanpa pikir panjang ia pun mengajak tiga rekan senasibnya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Awalnya ia tak yakin, udang vannamei yang biasanya hidup pada tambak luas, full kincir air dan lokasinya harus sedekat mungkin dengan bibir pantai itu bisa hidup dan bertumbuh kembang di media terpal bundar dan sempit dengan hanya mengandalkan air laut buatan yang terfilterisasi.

Namun setelah melihat contoh yang sudah ada pada UPT Pengembangan Budidaya Air Tawar/Payau di Desa Pabean Kecamatan Dringu tempatnya mengikuti pelatihan itu dirinya seakan mendapat pencerahan. Ia dan dua rekannya pun segera mempraktekkan ilmu yang baru didapatnya itu.

Karena halaman samping rumahnya masih cukup luas, untuk itu Durrohim lebih memilih mengaplikasikan media berupa tambak beralaskan terpal berukuran mini seluas 7×6 meter dengan kedalaman 0,5 meter untuk enam ribu ekor benur udang vannamei.

Sebelumnya ia juga telah menyiapkan perlengkapan wajib lainnya, diantaranya pompa air listrik untuk menjalankan sistem filterisasi, seperangkat aerator, air tua garam (bittern) dan kebutuhan pakan untuk satu siklus (65-70 hari) serta bakteri fermentasi pengurai omonia hasil buatannya sendiri.

“Karena modalnya cukup terjangkau, saat itu kami langsung saja memulai praktek. Modal awal untuk satu petak tambak mini ini tidak lebih dari 1,3 juta saja, apalagi para petugas dari Dinas Perikanan juga mendampingi kita secara berkala sampai masa panen,” terang Durrohim di sela-sela waktunya merawat bayi-bayi udangnya.

Durrohim mengemukakan, kunci utama yang harus ia kuasai adalah bagaimana mengoptimalkan kerja pompa air dan aeratornya agar kualitas air tetap stabil, terfilterisasi dengan baik dan tercukupi kebutuhan oksigen dalam air.

Selain itu agar kondisi udang selalu prima, salinitas air laut buatannya itu harus terus dijaga agar tetap setara dengan salinitas air laut 15 ppm. Karena standar hidup udang vannamei adalah 15-25 ppm, oleh karenanya stok garam krosok dan bittern harus selalu tersedia.

Alhasil, usaha Durrohim berbuah gemilang, panen perdananya pada akhir tahun 2020 itu jauh melebihi targetnya. Karena minimnya tingkat kematian bibit, tambak mini itu pun mampu menghasilkan udang vannamei seberat total 75 kilogram dengan rata-rata timbang antara 70-80 ekor per kilogramnya.

“Dengan hasil tersebut hasil penjualan kotor mencapai 2,6 juta. Artinya keuntungan saya dari modal awal adalah 100 persen. Harga standar udang vannamei ukuran konsumsi saat ini adalah 35 ribu per kilogramnya,” ulasnya.

Keberhasilan perdananya itu lantas tidak membuatnya puas, hasil penjualan itu dimanfaatkan untuk pengembangan usaha. Halaman belakang rumahnya pun kini telah disulapnya menjadi mesin penghasil uang berupa tiga petak tambak mini. “Alhamdulillah hasilnya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan satu orang pekerja saya,” ungkapnya tersenyum bangga.

“Teknik budidaya ini sangat sederhana, mudah diterapkan dan sangat efektif dan tentunya juga sangat menguntungkan. Silahkan datang kemari, kami akan selalu siap membagi ilmu manakala ada yang berkeinginan memulai budidaya udang vannamei seperti kami,” pungkasnya. (dra)