Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DPUPR Berikan Pembinaan Pelaksanaan Konstruksi Partisipatif Bagi GHIPPA

DPUPR Berikan Pembinaan Pelaksanaan Konstruksi Partisipatif Bagi GHIPPA

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan pelaksanaan konstruksi partisipatif bagi Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA). Pembinaan ini dilakukan terhadap 5 (lima) GHIPPA di Kabupaten Probolinggo, 8 hingga 31 Juli 2019.

Kelima GHIPPA tersebut diantaranya GHIPPA Laksoran Jaya Korwil Probolinggo, GHIPPA Ranon Jaya Korwil Probolinggo, GHIPPA Tirto MAkmur Korwil Sumberasih, GHIPPA Janten Makmur Korwil Paiton dan GHIPPA Ronggo Jalu Makmur Korwil Probolinggo. Selama pembinaan mereka mendapatkan pembinaan dari Praktisi Irigasi Provinsi Jawa Timur.

Pembinaan ini diberikan dengan mengadopsi metode kegiatan Water Resources and Irrigaton Sector Management Project 2 (WISMP 2) yang merupakan program pemerintah dalam memberikan dukungan atas pelaksanaan fungsi dan pencapaian tujuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan.

“Kami merasa kegiatan WISMP 2 ini sangat bermanfaat sekali bagi GHIPPA. Akhirnya Pemkab Probolinggo melalui Bappeda, DPUPR dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) sepakat melaksanakan program WISMP ini melalui dana APBD,” kata Kepala DPUPR Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kasi Operasi, Pemeliharaan dan Pengembangan Juli Hendra Setiawan.

Oleh karena itu jelas Hendra, mulai tahun 2018 ketiga OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berbagi peran memberikan pembinaan terhadap GHIPPA dengan metode sama persis dengan WISMP. Bappeda melakukan penyadaran publik dan Profil Sosial Ekonomi Teknis Kelembagaan (PSETK).

“Kemudian DKPP melakukan pembinaan dan investasi agribisnis, revitalisasi GHIPPA HIPPA, memberikan legalitas bagi HIPPA, Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Tata Guna Air dan Optimalisasi Lahan. DPUPR melalui pelatihan optimalisasi partisipatif, pelatihan desain partisipatif dan pelatihan konstruksi partisipatif. Untuk tahun 2019, DPUPR melakukan pembinaan pelaksanaan konstruksi partisipatif,” jelasnya.

Hendra menjelaskan pelaksanaan konstruksi partisipatif ini dilakukan dengan memberikan arahan cara pemeliharaan, membangun dan merawat saluran sekunder di GHIPPA yang pelaksana teknisnya adalah HIPPA. “Kami memberikan pembekalan praktis mengenai konstruksi. Jika ada kerusakan ringan, maka HIPPA bisa menanganinya,” terangnya.

Lebih lanjut Hendra menegaskan pembinaan pelaksanaan konstruksi partisipatif ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan kepada GHIPPA mulai dari belum memiliki badan hukum hingga berbadan hukum. Sekaligus pendampingan dan pembinaan agar mempunyai daya saing mulai dari tingkat regional hingga nasional. Pada akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan anggota GHIPPA dan peningkatan produksi tanam.

“Selain itu memberikan pendampingan dalam hal legalitas hukum, membentuk kelembagaan yang sah, managemen keuangan dan mampu membentuk sumber usaha mandiri. Secara teknis mempunyai kemampuan praktis terhadap pengelolaan irigasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, para pengurus GHIPPA ini diberikan materi dan survey lapangan. Kemudian diakhiri dengan evaluasi yang pada akhirnya mereka memiliki kemampuan sendiri dalam pemiliharaan daerah irigasi masing-masing.

“Melalui kegiatan ini kami berharap GHIPPA mempunyai kemampuan dalam menjaga dan memelihara jaringan irigasi di daerahnya masing-masing agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi jaringan irigasi dan mempertahankan kelestariannya,” harapnya. (wan)