Depan > Kemasyarakatan > DPMD Lakukan Pembinaan KP-SPAMS

DPMD Lakukan Pembinaan KP-SPAMS

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka penguatan kelembagaan KP-SPAMS, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo melakukan pembinaan terhadap Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Santiasi (KP-SPAMS) yang ada di 25 desa di Kabupaten Probolinggo. Pembinaan ini dilakukan secara bertahap dan diikuti oleh seluruh pengurus KP-SPAMS yang ada di masing-masing desa.

Pembinaan ini difokuskan kepada kelembagaan KP-SPAMS. Karena hal itu merupakan poin paling inti dan mendasar dalam sebuah pengelolaan air dan managemen tata kelola air bersih untuk masyarakat penduduk setempat.

Dalam pembinaan KP-SPAMS ini, DPMD menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Pendamping Ahli Pamsimas Provinsi Jawa Timur untuk Wilayah Probolinggo tentang tata kelola administrasi SPAMS (pencatatan jumlah pelanggan, aset atau kapasitas keuangan dan lain sebagainya), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo tentang sanitasi serta DPMD Kabupaten Probolinggo tentang tata kelola kelembagaan KP-SPAMS.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat Setiadi Agus Prakoso mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyadaran kepada KP-SPAMS agar memiliki pemikiran terhadap lembaga KP-SPAMS yang wajib dikelola dengan benar.

“KP-SPAMS yang dikelola dengan benar akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat desa terhadap ketersediaan air layak konsumsi. KP-SPAMS sebagai kepanjangan desa dalam penyediaan air bersih akan menyadarkan masyarakat untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan KP-SPAMS dalam mengelola penyediaan air bersih (perawatan jaringan, penyediaan meteran serta penambahan jaringan perpipaan) bisa mandiri dan menghidupi dirinya sendiri bersumber dari iuran masyarakat atau pelanggan,” ungkapnya.

Menurut Agus, ke depan KP-SPAMS merupakan sebuah kebutuhan dasar sosial yang sangat diminati oleh rakyat desa setempat. Sebagai tindak lanjutnya, desa sebagai pengelola KP-SPAMS merupakan satu sistem pengelolaan untuk kepengurusan yang mewakili masing-masing dusun atau pedukuhan. Artinya, masing-masing KP-SPAMS melebur dalam satu sistem KP-SPAMS.

“Selain itu, mereka sadar bahwa KP-SPAMS itu merupakan satu unit usaha dari BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) karena akan berdampak pada Pendapatan Asli Desa (PADes),” pungkasnya.

Selain memberikan pembinaan SPAMS, dalam kesempatan tersebut DPMD juga memberikan buku tentang administrasi posyandu. Para pengurus KP-SPAMS juga diajari cara merencanakan tarif yang benar.

Secara keseluruhan, pembinaan KP-SPAMS ini akan dilakukan di 25 desa di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Desa Sidorejo, Sidomulyo, Kotaanyar dan Tambak Ukir Kecamatan Kotaanyar, Desa Sumberkatimoho, Seboro, Gebangan, Sokaan, Kamal Kuning Kecamatan Krejengan, Desa Betek Taman, Duren dan Dandang Kecamatan Gading, Desa Kalianan, Bermi, Guyangan, Watu Panjang, Betek, Kertosuko dan Pandan Laras Kecamatan Krucil, Desa Ngadisari dan Pakel Kecamatan Sukapura, Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Desa Branggah Kecamatan Lumbang, Desa Alaskandang Kecamatan Besuk serta Desa Racek Kecamatan Tiris. (wan)