Tuesday, June 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DPKH Serahkan Dua Paket Hibah Peralatan Kios Daging

DPKH Serahkan Dua Paket Hibah Peralatan Kios Daging

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya memberikan edukasi kepada para pemilik kios daging di pasar tradisional, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan hibah peralatan kios gading kepada Asosiasi Pedagang Daging (Aspada) Kabupaten Probolinggo.

Hibah peralatan kios daging ini diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko kepada Ketua Aspada Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan di aula UPT Puskeswan DPKH Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/9/2019). Selanjutnya dari Ketua Aspada Kabupaten Probolinggo Zainul Hasan, peralatan kios daging tersebut diserahkan kepada Edy Suseno, salah satu penerima hibah.

Dalam kesempatan tersebut, DPKH Kabupaten Probolinggo menyerahkan hibah perlengkapan kios daging kepada Aspada sebanyak 2 (dua) paket. Meliputi, telenan, pisau golok, pisau potong, pisau iris dan packaging (tas dan stiker) masing-masing 2 buah.

Selain itu, ada 18 buah gantungan karkas, 10 buah apron (celemek), 5 buah sepatu booth dan 4 buah kemeja. Dua paket hibah ini diberikan kepada 2 kios daging yang berada di Pasar Tradisional Maron Kecamatan Maron.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan khususnya pasal 3 ayat 1 berbunyi : “Kesehatan Masyarakat Veteriner meliputi penjaminan hiegine dan sanitasi, penjaminan produk hewan serta pengendalian dan penanggulangan zoonosis.

Plt Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan program ini sebenarnya program pendidikan kepada para pedagang daging di pasar tradisional. Jadi selama ini hasil evaluasi yang dilakukan pedagang daging di pasar tradisional masih ada yang motong di luar RPH.

“Padahal ketentuannya sudah jelas dalam peraturan perundang-undangan disebutkan bahwa untuk kesehatan dan higienis daging, pemotongan hewan harus dilakukan di RPH. Apalagi RPH kita sudah bersertifikat halal dari MUI. Maka wajib hukumnya bagi para pedagang itu menjual daging di pasar bersumber dari pemotongan di Rumah Potong Hewan,” katanya.

Menurut Sidik, hibah peralatan kios daging ini dilakukan sebagai upaya edukasi untuk memberikan contoh alat-alat, termasuk cermek dan sebagainya untuk melayani masyarakat pada waktu di pasar. Jadi alat-alat ini untuk alat di pasarnya, bagaimana kebersihannya dan tubuhnya tidak pakai baju biasa tapi dikasih celemek dan sebagainya.

“Bagaimana alat-alat landasannya untuk motong dan pisau-pisau apa yang cocok untuk motong. Hari ini kita berikan bantuan dalam rangka edukasi dan memberikan contoh-contoh. Jadi seperti inilah alat yang dibutuhkan sebuah kios daging yang ada di pasar,” terangnya.

Sidik menerangkan hibah peralatan kios daging ini rutin dilakukan setiap tahun sesuai kemampuan anggaran. Semuanya dilakukan bertahap dan disalurkan melalui Asosiasi Pedagang Daging sebagai mitra pemerintah daerah untuk selalu memberikan edukasi kepada anggotanya para pedagang daging di pasar. Supaya nantinya pedagang menjual daging yang disalurkan kepada masyarakatnya berasal dari RPH.

“Harapannya hal ini akan ditularkan kepada pedagang lain bahwa alat ini harus higienis dan stainless dan sebagainya. Kita kasih contohnya adalah alat-alat yang memang standarnya pedagang daging, kita tidak akan memberikan bantuan terus,” terangnya.

Ke depan Sidik menjelaskan pemotongan hewan tidak boleh dipotong di rumah sendiri. Semuanya harus dilakukan di RPH yang sudah bersertifikat halal dari MUI. Sehingga dagingnya sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

“Kami berharap kepada pemilik kios daging untuk menjual daging yang proses penyembeliahnnya dilakukan di RPH. Hal itu sesuai dengan pasal 61ayat 1 yang menyebutkan pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di RPH,” harapnya.

Sementara Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto menambahkan pemberian hibah perlengkapan kios daging ini bertujuan menjalin kerja sama dengan pemilik kios daging di pasar tradisional (Pasar Maron), meningkatkan sarana kios daging di pasar tradisional. “Serta menggiring atau mengajak para jagal untuk memotong di RPH (Rumah Potong Hewan),” ungkapnya.

Menurut Niko, telenan yang diberikan ke Aspada atau pemilik kios daging tidak boleh dipotong-potong untuk kepentingan apapun, jadi harus tetap utuh. Gantungan karkas stainless harus segera dipakai di kios daging menggantikan gantungan karkas yang terbuat dari besi.

“Bantuan hibah tidak diperkenankan untuk diperjualbelikan dan bila tidak dipakai atau dimanfaatkan maka bisa dialihkan ke pemilik kios daging yang lain. Harapan kami dengan adanya hibah ini mampu menjalin silaturahim dengan pelaku usaha khususnya Aspada,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal