Monday, September 20, 2021
Depan > Pendidikan > DLH Lakukan Penilaian Adiwiyata Tingkat Kabupaten Probolinggo

DLH Lakukan Penilaian Adiwiyata Tingkat Kabupaten Probolinggo

Reporter : Wahed Efendi
DRINGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo melakukan penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2020. Proses pelaksanaan penilaian dilakukan 26-27 Oktober 2020 dan 2 hingga 5 Nopember 2020.

Penilaian calon sekolah Adiwiyata tahun 2020 ini dilakukan pada 7 (tujuh) sekolah. Diantaranya, SDN Tongas Wetan 2, SDN Sokaan 2, SDN Patemon, SDN Krejengan, SDN Kedungcaluk 1, SMPN 1 Tegalsiwalan dan SMPN 1 Tiris. Penilaian terhadap calon sekolah Adiwiyata dilakukan melalui seleksi administrasi dan pemenuhan kriteria sekolah Adiwiyata.

Setelah dilakukan rapat koordinasi penetapan peraih penghargaan sekolah Adiwiyata Kabupaten Probolinggo tahun 2020, Jum’at (6/11/2020) pagi, 7 sekolah yang diverifikasi lapangan lolos semua dan meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata Kabupaten Probolinggo tahun 2020.

Tim penilai Adiwiyata terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo dan SMAN 1 Dringu. Penilaian terhadap calon sekolah Adiwiyata dilakukan melalui Daring/online dan Luring/offline.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan penilaian Adiwiyata ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah tentang gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS) dan mewujudkan perilaku warga sekolah ramah lingkungan hidup. “Tujuannya bertambahnya jumlah sekolah Adiwiyata di Kabupaten Probolinggo mulai dari tingkat Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Nasional dan Mandiri,” katanya.

Menurut Joko, kriteria Sekolah Adiwiyata mencakup komponen perencanaan gerakan PBLHS, pelaksanaan gerakan PBLHS serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan gerakan PBLHS. Tim Pembina Gerakan PBLHS bertugas melakukan pembinaan terhadap sekolah instansi terkait dan pihak terkait lainnya.

“Adiwiyata adalah penghargaan yang diberikan oleh pemerintah secara berjenjang mulai dari pusat (Adiwiyata Nasional dan Mandiri), provinsi (Adiwiyata provinsi) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo (Adiwiyata Kabupaten) kepada sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah,” jelasnya.

Joko menerangkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) serta uraian kegiatan dari warga sekolah yang mengimplementasikan perilaku ramah lingkungan hidup.” PRLH merupakan sikap dan tindakan warga sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup,” pungkasnya. (hed)