Monday, November 30, 2020
Depan > Kemasyarakatan > DLH Bina Belasan Bank Sampah dan Pengepul

DLH Bina Belasan Bank Sampah dan Pengepul

Reporter : Hendra Trisianto
KREJENGAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo memberikan pembinaan terhadap bank sampah dan pengepul, Senin (19/10/2020) di Iyon’s Café Desa Sentong Kecamatan Krejengan.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari pengurus 15 bank sampah, pembina komunitas bank sampah serta pengepul di beberapa daerah di Kabupaten Probolinggo. Sebagai narasumber hadir dari CSR PT POMI Paiton (rencana proses peuyeumisasi), Komunitas Bank Sampah (manajemen bank sampah) dan DLH Kabupaten Probolinggo (pengetahuan pengolahan sampah).

Dasar hukum kegiatan ini diantaranya Peraturan Daerah Kabupaten Probolinggo Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah serta Permen PU Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, menekankan bahwa pengurangan sampah mulai dari sumber merupakan tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Zaenal Ansori mengatakan pembinaan terhadap bank sampah ini bertujuan untuk memotivasi pengurus bank sampah dalam upaya pengelolaan sampah dan manajemen bank sampah sehingga berbentuk bank sampah yang mandiri.

“Selain itu, meningkatkan sinergitas antar bank sampah-bank sampah dan mendapatkan informasi perubahan harga pada berbagai jenis sampah, karena memang harganya fluktuatif. Serta untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” katanya.

Menurut Zaenal, bank sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse da Recycle) merupakan sebuah terobosan dalam meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah yang bersifat berkelanjutan dan implementif. Mekanisme bank sampah dimulai dari pemilahan sampah skala rumah tangga, penyetoran, penimbangan serta pencatatan hasil sampah dalam buku tabungan.

“Pelaksanaan bank sampah diharapkan akan memberikan sebuah nilai tambah serta nilai ekonomis terhadap sampah, keberadaan bank sampah juga akan menjadikan realisasi konsep ekonomi kerakyatan yang dapat diimplementasikan dengan mudah,” jelasnya.

Lebih lanjut Zaenal menerangkan komunitas bank sampah Kabupaten Probolinggo terbentuk tahun 2017. “Bank sampah yang masuk lokasi titik pantau Adipura tahun 2019 diantaranya Bank Sampah Jaya Mulya Sukomulyo, Bank Sampah Krejengan, Bank Sampah Semanggi Perumahan Bulu, Bank Sampah Binor Lestari, Bank Sampah Kedung Asri Kedungrejoso Kotaanyar, Bank Sampah Mandiri Sumber Kembar, Bank Sampah Pakuniran dan Bank Sampah Semampir,” terangnya.

Zaenal menambahkan bahwa ke depan rencananya akan ada pemrosesan sampah tanpa pemilahan yang akan dilakukan TPS Pasar Lama Paiton dengan proses peuyeumisasi dengan harapan mampu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA.

“Melalui kegiatan ini diharapkan keberadaan bank sampah bisa berfungsi sebagai sumber pengurangan sampah dari sumbernya. Serta meningkatkan ekonomi masyarakat dan bank sampah itu sendiri,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal