Depan > Kemasyarakatan > DLH Ajak Masyarakat Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik

DLH Ajak Masyarakat Rayakan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengajak masyarakat di Kabupaten Probolinggo untuk merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah tanpa sampah plastik.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan pembagian daging kurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah berpotensi meningkatkan timbunan sampah plastik, mengingat penggunaan plastik sekali pakai dalam jumlah besar masih digunakan untuk wadah daging kurban.

“Pada perayaan Idul Adha 1443 Hijriyah ini diperkirakan akan menimbulkan sampah plastik sebanyak 124 juta lembar plastik sekali pakai. Oleh karena itu kami menghimbau kepada masyarakat agar menggunakan wadah alternatif yang dapat dipakai ulang sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai,” katanya.

Joko menegaskan, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor : SE.4/MENLHK/PSLB3/PLB.2/6/2022 Tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik.

“Ada beberapa alternatif wadah daging kurban yang sekaligus bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari mulai dari besek, dedaunan, kotak bekal makanan (food container) dan tas pakai ulang (reusable bag),” jelasnya.

Lebih lanjut Joko menerangkan besek bisa menjadi salah satu alternatif wadah makanan karena sifatnya yang ramah lingkungan. Adanya rongga diantara anyaman besek membuat pengemasan makanan menjadi lebih segar karena terjadi sirkulasi udara yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging. Besek bisa dibuat dari bambu, daun pandan dan daun kelapa.

“Dedaunan seperti daun pisang, daun jati dan daun-daun sejenis bisa menjadi alternatif selanjutnya. Wadah ini mudah diuraikan dengan proses alamiah karena merupakan bahan organik sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,” terangnya.

Masyarakat juga bisa menggunakan kotak bekal makanan yang bisa dipakai berulang kali. Sehabis dipakai untuk wadah daging kurban, tinggal dicuci untuk digunakan lagi. “Penggunaan tas pakai ulang juga bisa mengurangi penggunaan ratusan kantong plastik. Bahan tas pakai ulang bisa terbuat dari kain atau kertas,” tegasnya.

Menurut Joko, penggunaan wadah alternatif untuk daging kurban ini sangat efektif apabila himbauan ini dipatuhi. Sebab 1 ekor sapi atau kerbau diperkirakan menghasilkan 150 paket daging kurban dan 1 ekor kambing atau domba diperkirakan menghasilkan 15 paket daging kurban

“Apabila dihitung berdasarkan data pemotongan ternak kurban pada Idul Adha tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo yaitu mencapai 5.927 ekor. Terdiri dari sapi sebanyak 835 ekor dan domba/kambing sebanyak 5.092 ekor. Apabila memakai pembungkus plastik kresek maka 835 ekor sapi x 150 plastik = 125.250 plastik dan 5.092 ekor kambing/domba x 15 plastik = 76.380 plastik. Jadi totalnya 202.130 lembar kantong plastik,” ujarnya.

Joko menambahkan penggunaan wadah alternatif untuk daging kurban ini bertujuan untuk pengurangan sampah plastik. Daging kurban yang dibagikan berpotensi meningkatkan timbunan sampah plastik, mengingat wadah daging kurban masih menggunakan plastik sekali pakai dalam jumlah besar.

“Dengan adanya program kurban asik tanpa sampah plastik ini diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah yang masuk TPA ataupun yang dibuang ke lingkungan, mengingat sampah plastik berpotensi membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan. Ayo rayakan kurban asik tanpa sampah plastik. Mari mulai beralih ke wadah alternatif dan hindari penggunaan plastik sekali pakai,” pungkasnya. (wan)