Monday, May 20, 2024
Depan > Kemasyarakatan > DKUPP Pantau Keberadaan Generasi Milenial di Rumah Batik

DKUPP Pantau Keberadaan Generasi Milenial di Rumah Batik

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memantau keberadaan generasi milenial di Rumah Batik Kabupaten Probolinggo yang dikelola oleh Koperasi Konsumen Adikarya Probolinggo Sejahtera, Kamis (14/7/2022).

Pemantauan ini dipimpin oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Pengawas Koperasi Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Mochamad Iqbal Mahardiyani serta Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Kedatangan Tim DKUPP Kabupaten Probolinggo ini disambut oleh Ketua Koperasi Konsumen Adikarya Probolinggo Sejahtera Rusyami didampingi sejumlah pengurus dari generasi milenial.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur ingin melihat bahwa ada geliat koperasi milenial di Kabupaten Probolinggo. Kebetulan di Koperasi Konsumen Adikarya Probolinggo Sejahtera yang mengelola Rumah Batik Kabupaten Probolinggo ini ada generasi milenialnya.

“Tujuan kami datang ke Rumah Batik Kabupaten Probolinggo ini ingin memastikan dan melihat dari dekat apakah benar di koperasi batik ini ada generasi milenialnya. Fungsinya nanti ke depan memberi semangat kepada generasi milenial untuk ikut berkoperasi serta membangun dan membuat koperasi batik satu-satunya di Jawa Timur,” katanya.

Menurut Anung, keberadaan koperasi batik ini sangat membantu untuk anggota koperasi dan para pembatik di sekitar wilayah Kabupaten Probolinggo. Selain itu juga membantu memenuhi kebutuhan bahan dasar membatik yang bisa diperoleh di koperasi batik.

“Harapan kami koperasi dengan generasi milenial ini tidak hanya koperasi batik saja, tetapi banyak lagi koperasi-koperasi yang melibatkan generasi milenial. Sudah waktunya untuk merubah mindset bahwa berkoperasi itu banyak dari generasi-generasi yang sudah sepuh. Marilah rubah mindset bahwa generasi milenial siap berkoperasi,” jelasnya.

Sementara Ketua Koperasi Konsumen Adikarya Probolinggo Sejahtera Rusyami mengungkapkan keterlibatan generasi milenial dalam pemasaran. Sebab Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera ini sudah mempunyai e-commers dan Instagram (IG).

“Jadi disitu perannya generasi milenial yang memasarkan jika ada produk baru dan ketersediaan bahan baku di media sosial. Selain itu, kreasi-kreasi penataan barang jika ada generasi milenial cepat. Musimnya sekarang seperti ini dan penataannya harus memakai seperti ini dan lain sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut Rusyami menerangkan generasi milenial juga berperan terhadap pemilihan bahan baku. Seperti warna alam teknik yang terbaru bagaimana. Selanjutnya bagaimana membatik teknik terbaru.

“Teknik batik ini ada perkembangannya terjadi setiap saat. Biasanya yang paling nyantol duluan adalah generasi milenial. Nantinya mereka menginformasikan dan kita tindaklanjuti. Jika mempunyai dana kita mengadakan pelatihan membatik seperti pelatihan terhadap difabel, penghuni rutan, pemasaran e-commers serta IT. Semuanya yang melatih adalah generasi milenial,” terangnya.

Rusyami mengharapkan terhadap generasi milenial bisa lebih aktif dan lebih menginspirasi serta mempunyai wawasan yang lebih dibandingkan dengan generasi yang ada saat ini sehingga bisa menuangkan atau memberi inovasi yang lebih cepat untuk pengerjaan batik.

“Kalau sementara ini kita masih menggunakan tradisional, siapa tahu ke depan dengan adanya keterlibatan dari generasi milenial bisa mempunyai teknik membatik yang cepat tetapi tetap memakai pakem batik yang ada,” pungkasnya. (wan)