Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DKPP-BPTP Jatim Gelar Bimtek Penyuluh dan Petani Pembenihan Padi

DKPP-BPTP Jatim Gelar Bimtek Penyuluh dan Petani Pembenihan Padi

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyuluh dan petani pembenihan padi, Rabu (13/10/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna DKPP Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari 40 petani dan 10 petugas pendamping dari Kecamatan Gading, Krejengan, Kraksaan, Pajarakan, Sumberasih, Tongas dan Gending.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi pengembangan tanaman padi di Kabupaten Probolinggo dari DKPP Kabupaten Probolinggo, prosedur menjadi penangkar benih padi berlabel dan bersertifikasi dri BPSB Kabupaten Probolinggo serta teknologi budidaya padi secara maju dan modern dar BPTP Jawa Timur.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM penyuluh dan petani dalam pengembangan perbenihan padi.

“Tujuannya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Kalau produksi itu adalah hasil secara keseluruhan. Tetapi kalau produktivitas adalah hasil per satuan luas per hektar,” katanya.

Mahbub menerangkan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi benih padi yang unggul. Jika benihnya unggul berarti produksinya akan tinggi. Dimana potensi lahan pertanian di Kabupaten Probolinggo sangat tinggi. Saat ini rata-rata produksi padi di Kabupaten Probolinggo mencapai 6 ton per hektar.

“Hanya saja ada beberapa kendala seperti budidaya padi masih belum optimal dan belum menerapkan cara budidaya yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), pola tanam petani masih tradisional, sarana prasarana belum diterapkan secara optimal, alsintan masih belum dipakai maksimal serta banyak terjadi kehilangan hasil,” terangnya.

Lebih lanjut Mahbub mengharapkan melalui kegiatan ini petani bisa menerapkan budidaya tanam padi dengan benar serta memakai alat mesin pertanian sehingga bisa mengurangi kehilangan hasil. “Selain itu, petani bisa memakai bibit unggul dan memperoleh produktivitas yang tinggi sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat,” harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pelaksanaan Penyuluhan dan Bina Usaha Tani DKPP Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengungkapkan pada intinya kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahanan terkait teknologi pertanian kepada para penyuluh dan petani dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM penyuluh dan petani dalam menerapkan teknologi pertanian.

“Kita selama ini masih salah kaprah dalam melakukan budidaya tanaman padi, terutama berkaitan dengan jarak tanam. Dengan adanya kegiatan ini ada pembaharuan dalam budidaya tanam padi yang dilakukan oleh penyuluh dan petani yang ada di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. (wan)