Wednesday, April 21, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disporaparbud Monitoring Penerapan Prokes di Hotel dan Destinasi Wisata

Disporaparbud Monitoring Penerapan Prokes di Hotel dan Destinasi Wisata

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo melakukan monitoring penerapan protokol kesehatan (prokes) di beberapa hotel dan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (24-25/12/2020).

Monitoring penerapan prokes di hotel dan destinasi wisata ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Probolinggo Nomor : 360/0702/426.205/2020 Tentang Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Kegiatan Hari Raya Natal, Menyambut Tahun Baru 2021 dan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan SE tersebut memuat tentang pengaturan usaha destinasi wisata di Kabupaten Probolionggo. Untuk sementara waktu, destinasi wisata alam/buatan, hotel, café dan restoran/rumah makan dilakukan pembatasan pengunjung 30% mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 dan akan ditinjau kembali sesuai perkembangan penanganan Covid-19.

“Pengelola destinasi wisata alam/buatan, hotel, café dan restoran/rumah makan dilarang mengadakan kegiatan hiburan musik/budaya dan pertemuan komunitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selama pembatasan destinasi wisata, pelaku usaha melakukan penyemprotan dan kebersihan di lingkungan usahanya,” katanya.

Menurut Sugeng, selama 2 (dua) hari monitoring prokes di libur Nataru 2021 ini dilakukan pada 4 (empat) hotel yang ada di kawasan wisata Gunung Bromo dan 8 (delapan) destinasi wisata yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“Sebagaimana SE untuk bidang pariwisata masih membatasi kuota 30% baik destinasi wisata maupun PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia). Sesuai pantauan pada tanggal 24 dan 25 Desember 2020, jumlah pengunjung masih dibawah 20% dan tingkat kepatuhan prokes berupa pemakaian masker mencapai 96%. Oleh karenanya semua tamu dihimbau untuk memakai masker,” jelasnya.

Sugeng menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan SE tersebut di hotel maupun destinasi wisata. Kebetulan sejak tanggal 12 Agustus 2020 lalu, Disporaparbud telah membentuk tim monev dan membentuk Laskar Waras yang tugasnya memantau penerapan prokes sektor wisata.

“Untuk saat ini di seluruh destinasi sudah diberlakukan prokes dengan ketat. Bagi pengunjung yang tidak memakai masker dan suhu badan 37,3 derajat dilarang masuk obyek wisata,” terangnya.

Lebih lanjut Sugeng menambahkan untuk saat ini di semua destinasi wisata tetap diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung dan dengan penerapan prokes yang ketat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di libur Nataru 2021. “Dengan adanya SE tersebut, diharapkan bisa lebih menertibkan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan khusus sektor wisata,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal