Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Disporaparbud Berikan Pelatihan Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata

Disporaparbud Berikan Pelatihan Mitigasi Bencana di Destinasi Pariwisata

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memberikan pelatihan mitigasi bencana di destinasi pariwisata, Kamis dan Jum’at (28-29/10/2021) di Hotel Nadia Kecamatan Sukapura.

Pelatihan mitigasi bencana di destinasi pariwisata ini diikuti 40 orang pengelola destinasi wisata Kabupaten Probolinggo terdiri dari pengelola wisata Gunung Bromo, Madakaripura, Tirto Ageng, Pantai Bahak, Pantai Bentar, Ronggojalu, P-30, Pantai Duta, Andung Biru, Ranu Agung, Puncaksari, Ranu Segaran, Bukit Dami, Guyangan, Kalipedati, Bukit Gligir, Gili Ketapang, Pekalen Rafting, Songa Rafting, Tubing Gading Wetan dan Tubing Sentul.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi manajemen resiko dan bencana untuk pariwisata dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo serta mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan akibat bencana di kabupaten/kota dan mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan di destinasi pariwisata dari Tim EJEF (East Java Eco Tourism Forum).

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok evaluasi penyelenggaraan mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan di destinasi pariwisata. Hari kedua dilanjutkan kunjungan lapangan ke obyek wisata Puncak Seruni Point sebagai upaya mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan akibat bencana di destinasi pariwisata.

Kepala Bidang Pariwisata Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Nurahman mengungkapkan pelatihan mitigasi bencana di destinasi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motovasi dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melakukan mitigasi bencana dan pengelolaan krisis akibat bencana di destinasi pariwisata.

”Sasaran yang harus dicapai dari pelatihan ini, peserta mengetahui dan memahami pentingnya mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan akibat bencana bagi destinasi pariwisata serta peserta mengetahui dan memahami standar dan ketentuan mengenai mitigasi bencana dan pengelolaan krisis kepariwisataan akibat bencana bagi destinasi pariwisata dan desa wisata,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan pada prinsipnya pihaknya akan akan melatih petugas-petugas rescue di masing-masing destinasi. Karena destinasi di Kabupaten Probolinggo ini hampir 70 persen berada di kawasan hutan lindung atau sungai.

“Mitigasi ini penting agar kami bisa menyiapkan para petugas khusus yang nanti akan bergerak di bidang semacam rescue di internalnya masing-masing destinasi. Sehingga nanti akan kita latih terkait bagaimana cara memetakan potensi bencana, bagaimana cara menanganinya serta bagaimana cara membuat SOP bagi pengunjung saat memasuki destinasi,” katanya.

Menurut Sugeng, selama ini pihaknya sudah mempunyai petugas rescue. Sebagian besar destinasi wisata sudah ada, tinggal pemantapan keilmuannya. Bagaimana mereka membuat SOP yang sebenarnya terkait dengan mitigasi di destinasi wisata.

“Jadi nanti akan lebih detail di masing-masing destinasi mulai dari jalur evakuasi, bagaimana mereka melakukan standar bagi semua wisata masuk destinasi. Termasuk nanti ada tata cara bagaimana saat ada bencana. Ini akan disiapkan di masing-masing destinasi wisata dan nanti akan kita wajibkan ada semacam petugas khusus rescue yang akan mobile di destinasi wisata, keliling untuk antisipasi terjadinya bencana,” terangnya.

Melalui kegiatan ini Sugeng mengharapkan ke depan di Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk destinasi wisata baik yang di Perhutani ataupun pribadi wajib harus mempunyai tenaga rescue, termasuk kolam-kolam renang dan restoran. “Bagaimana nanti saat terjadi kebakaran bisa langsung melakukan penanganan dan evakuasi. Semua ini dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan mengamankan petugas itu sendiri,” pungkasnya. (wan)