Depan > Kemasyarakatan > Dispersip Berikan Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK

Dispersip Berikan Pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK

Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP-TIK) di Paiton Resort Hotel Kecamatan Paiton, Selasa hingga Kamis (5-7/7/2022).

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari 10 Perpustakaan Desa (Perpusdes) Replikasi tahun 2022. Mereka dipandu oleh Pustakawan Dispersip Kabupaten Probolinggo yang telah mengikuti pelatihan oleh Perpustakaan Nasional sebagai fasilitator/trainer.

Ke-10 Perpusdes Replikasi tahun 2022 tersebut diantaranya Desa Ambulu, Laweyan dan Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih, Desa Jatiurip dan Kedungcaluk Kecamatan Krejengan, Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton, Desa Kerpangan Kecamatan Leces Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran, Desa Kertosono Kecamatan Gading dan Desa Kregenan Kecamatan Kraksaan.

Sekretaris Dispersip Kabupaten Probolinggo Mariono mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka membekali para pengelola perpustakaan desa dengan strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial mulai dari strategi advokasi, peningkatan layanan TIK dan pelibatan masyarakat.

“Dari 3 strategi ini diharapkan pengelola perpustakaan desa mampu mengembangkan perpustakaan desa menjadi pusat kegiatan dan belajar masyarakat berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu jelas Mariono, peserta juga dibekali dengan pengetahuan komputer dan internet sebagai komponen penguat program. Sebab di zaman serba digital saat ini sarana TIK sangat penting dalam menunjang pelayanan perpustakaan. “Adanya sarana TIK dapat mendukung dan bersaing melengkapi dengan sumber informasi selain buku bacaan,” jelasnya.

Menurut Mariono, sistem pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran orang dewasa. Nantinya bagi peserta teraktif mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

“Hasil dari kegiatan ini berupa rencana kerja dari setiap desa untuk kegiatan advokasi, pelibatan masyarakat dan peningkatan layanan TIK-nya. Dalam waktu 2 minggu setelah pelatihan, tim fasilitator akan melakukan monev terhadap rencana kerja yang sudah dibuat dan mengevaluasi pelaksanaannya,” pungkasnya. (wan)