Tuesday, June 22, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disperindag Sosialisasikan Fasilitasi HKI

Disperindag Sosialisasikan Fasilitasi HKI

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Sebagai upaya pembinaan dan fasilitasi standarisasi produk IKM (Industri Kecil dan Menengah), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi fasilitasi HKI (Hak Kekayaan Intelektual) di ruang pertemuan Kantor Desa Kedungdalem Kecamatan Dringu, Senin dan Selasa (28-29/10/2019).

Kegiatan yang menggunakan alokasi dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini diikuti oleh 50 orang peserta dari unsur IKM Makanan dan Minuman (Mamin) dari Kecamatan Dringu, Gending, Banyuanyar dan Leces.

Selama 2 (dua) hari, puluhan IKM ini mendapatkan materi seputar pendaftaran HKI dari narasumber yang berasal dari UPT PMPI (Pengembangan Mutu Produk Industri) dan Teknologi Kreatif Malang.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kasi Sarana dan Prasarana ESDM Budiono mengatakan kegiatan ini dimaksudkan dalam rangka untuk membantu para IKM dalam mempatenkan produk merk agar tidak digunakan oleh orang lain karena sudah memiliki legalitas produk sehingga bisa bersaing di pasaran.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan serta pemahaman agar IKM mau supaya produknya mengikuti aturan-aturan yang ada. Hal ini penting apabila produknya ingin dikenal dan menembus pasar lebih luas,” ungkapnya.

Menurut Budiono, sosialisasi fasilitasi HKI ini diperlukan untuk menambah nilai jual produk IKM. Sebab IKM yang tidak mempunyai HKI biasanya barangnya murah. Disamping sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian yang berbasis kerakyatan dan peningkatan daya saing pemasaran.

“Setelah mendapatkan materi, pelaku IKM ini akan langsung daftar HKI. Setelah mendaftar, mereka ada waktu sekitar satu tahun takut ada complain dari perusahaan lain. Apabila dalam waktu satu tahun tidak ada komplain, maka HKI akan diterbitkan. Masa berlaku HKI selama 10 tahun dan bisa mendaftarkan kembali merk produknya,” jelasnya.

Budiono menerangkan dengan adanya sosialisasi fasilitasi HKI ini diharapkan agar supaya para IKM lebih leluasa dan produknya lebih berkembang. Setidaknya nanti setelah mendapatkan HKI, kualitas produknya perlu dijaga sehingga mampu bersaing di pasaran.

“Masih banyak produk-produk lain yang terus bersaing di pasaran, sehingga kualitas produknya harus dijaga supaya tidak kalah bersaing dengan yang lain. Tetap semangat untuk melakukan usahanya,” terangnya.

Lebih lanjut Budiono menambahkan hendaknya diantara para pelaku IKM ada persaingan yang positif. Sehingga begitu ada permintaan dalam jumlah yang banyak, IKM yang lain mampu mencukupinya dengan catatan SOP (Standar Operasional Prosedur) harus sama.

“Yang terpenting lagi, jangan segan-segan membuka aplikasi pemasaran online supaya produknya lebih cepat untuk dikenal masyarakat. Supaya ada alternatif pilihan bagi masyarakat, harus ada inovasi dan varian produk. Dengan demikian, IKM akan menjadi IKM yang mandiri tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (wan)

cww trust seal