Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Disnaker Gelar Rembuk Masyarakat Pembangunan Jalan Makadam dan TPT

Disnaker Gelar Rembuk Masyarakat Pembangunan Jalan Makadam dan TPT

Reporter : Syamsul Akbar
GADING – Sebagai bentuk kesiapan program kegiatan pelayanan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja bagi pencari kerja melalui padat karya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menggelar rembuk masyarakat pembangunan jalan makadam dan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Aula Kampoeng Hati Water Sport Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan padat karya pembuatan jalan makadam dan TPT yang didanai dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2019 ini nantinya akan dilaksanakan di Dusun Blimbing RT 05 RW 03 Desa Gading Wetan Kecamatan Gading. Untuk jalan makadam akan dibangun sepanjang 168 meter yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama sepanjang 135 meter dengan lebar 2,5 meter dan panjang 33 meter dengan lebar 2 meter.

Sementara TPT akan dibangun pada 7 (tujuh) titik dengan ketinggian berbeda mulai dari 0,7 meter hingga 1,6 meter tergantung kepada kedalaman tanah. Sebab TPT ini dibangun di pinggir tebing untuk menahan jalan makadam agar tidak longsor. Padat karya ini melibatkan 88 orang warga setempat selama 24 hari.

Kepala Desa Gading Wetan Supriyono menyampaikan ucapan terima kasih atas program padat karya yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo kepada Desa Gading Wetan. Harapannya dapat memperlancar sarana transpormasi masyarakat sehingga perekonomian bisa meningkat.

“Mudah-mudahan keberadaan jalan makadam dan TPT ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam membantu mengangkat perekonomian masyarakat yang ada di Desa Gading Wetan,” ujarnya.

Sementara Camat Gading Taufik Alami mengungkapkan bahwa Desa Gading Wetan merupakan desa penerima Dana Desa (DD) paling kecil di Kecamatan Gading. Oleh karena itu, desa ini berjuang untuk menjadi desa maju. Dengan keinginan seperti itu, maka diperlulan sebuah semangat.

“Kehadiran program Disnaker ini menjadi bagian upaya bangkit menuju desa maju. Saya memberikan apresiasi karena tim dari Disnaker ini benar-benar efektif turun langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Taufik menjelaskan potensi Desa Gading Wetan mengandalkan alam saja. Untuk pertanian tidak bisa ditanami padi atau sawah karena termasuk daerah perbukitan. Upayanya dengan DD sedikit bagaimana bisa membangun Desa Gading Wetan. Salah satunya dengan rutin menjalin komunikasi dan koordinasi dengan beberapa OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Alhamdulillah, Disnaker Kabupaten Probolinggo memberikan respon yang cepat. Meskipun andalan Desa Gading Wetan hanya alam, tetapi desanya tetap kondusif. Program kerja ini dimaksudkan menuntaskan kemiskinan melalui program padat karya, masyarakat yang bekerja dan mengamankan rakyat sendiri. Kalau ada yang rusak tolong dijaga sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut Taufik Alami menjelaskan program padat karya ini adalah program yang diharapkan dalam menunjang Desa Gading Wetan menjadi desa wisata. Program padat karya ini merupakan produk monumental dari Disnaker dalam mendukung kebijakan atau program pembangunan di Kecamatan Gading.

“Inilah bentuk energinya untuk membuktikan bahwa pemerintah itu hadir dan ada untuk masyarakat. Tentunya masyarakat senang karena dapat penghasilan dari kerja sendiri. Setidaknya bisa mendapatkan tambahan untuk rumah tangganya,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan program padat karya merupakan sebuah pekerjaan yang lebih banyak dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau jalan ini hanya nomor dua dari program padat karya ini. Tetapi yang paling penting adalah kesejahteraan dari uang yang dibayarkan dari ongkos harian,” katanya.

Menurut Hudan, program padat karya ini dilakukan untuk mendukung Desa Gading Wetan menjadi desa wisata. Fokusnya bagaimana meningkatkan potensi wisata yang menjadi desa wisata untuk membuat tempat penunjangnya secara perlahan-lahan.

“Tujuannya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi masyarakat karena saat ini pada posisi sebelum hujan. Dengan demikian kesulitan untuk kekurangan penghasilan dan untuk mengurangi kemiskinan mereka mendapatkan penghasilan dari program padat karya untuk kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (wan)