Monday, April 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Gelar Bimtek Intensifikasi Usaha Produksi Garam Rakyat

Diskan Gelar Bimtek Intensifikasi Usaha Produksi Garam Rakyat

Reporter : Hendra Trisianto
DRINGU – Sebagai upaya mendayagunakan wilayah pesisir dan perairan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat perikanan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) intensifikasi usaha produksi garam rakyat di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/11/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta terdiri dari perwakilan masyarakat Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan (PKK dan Karang Taruna) serta KUGAR di wilayah sekitar Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan sebanyak 5 kelompok.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan usaha garam rakyat dari Diskan Kabupaten Probolinggo, mekanisme pembuatan garam konsumsi standar pabrikan dari PT Susanti dan mekanisme pengurusan SNI dari UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap Hari Pur Sulistiono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan usaha tambak garam rakyat dengan memberikan bimtek untuk menambah pengetahuan petambak garam rakyat agar bisa melakukan diversifikasi usaha.

“Selain itu mensinergikan RPD Desa Asembagus tentang pembuatan usaha produksi garam konsumsi beryodium dengan para pelaku usaha tambak garam rakyat yang selama ini sudah ada sehingga bisa saling mendukung dan bersinergi,” katanya.

Menurut Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono, bimtek garam ini sebagai tindak lanjut dari Rencana Pembangunan Desa (RPD) Desa Emas Desa Asembagus yang tahun 2021 merencanakan produksi garam yodium.

“Bimtek ini memberikan wawasan serta mempersiapkan Desa Asembagus sebagai salah satu sentra garam rakyat Kabupaten Probolinggo dapat mewujudkan cita-citanya untuk mengolah garam rakyat menjadi garam konsumsi/garam yodium sehingga garam rakyat mempunyai nilai tambah,” jelasnya.

Lebih lanjut Ipung menerangkan produksi garam rakyat diperkirakan terdampak La Nina. Saat ini produksi lahan garam sudah mulai terhambat karena beberapa sentra garam mulai turun hujan. “Diperkirakan target produksi garam rakyat sebesar 22.000 ton tidak tercapai, namun produksi tetap surplus. Diperkirakan sampai dengan akhir tahun hanya tercapai 15.000 ton,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan ini Ipung mengharapkan adanya sinergi antara program dari Rencana Pembangunan Desa Asembagus sebagai salah satu Desa Emas dalam pengembangan program wisata industri melalui BUMDes (industri garam beryodium) dengan para pelaku usaha garam rakyat dalam upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

“Disamping itu adanya dukungan dari swasta (pengusaha industri garam) kepada usaha garam rakyat terkait penyerapan hasil produksi garam rakyat dan pelaksanaan pendampingan terutama dalam hal upaya menjaga standar kualitas garam yang dibutuhkan oleh industri/pabrik. Serta, adanya dukungan dari instansi terkait dalam fasilitasi pengurusan SNI Garam sebagai syarat ijin edar yang harus dipenuhi dalam produksi garam beryodium,” harapnya. (dra)

cww trust seal