Monday, April 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Diskan Berikan Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Produk Hasil Perikanan

Diskan Berikan Pelatihan Diversifikasi Pengolahan Produk Hasil Perikanan

Reporter : Hendra Trisianto
GADING – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan diversifikasi pengolahan produk hasil perikanan di Kampoeng Kita Hotel & Resto Desa Condong Kecamatan Gading, Senin dan Selasa (16-17/11/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 45 orang peserta dari kelompok pengolah dan pemasar, pembudidaya dan nelayan di 10 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu,Gending, Kraksaan, Paiton, Leces, Banyuanyar, Maron dan Pakuniran.

Selama 2 (dua) hari, mereka mendapatkan materi tentang pengemasan produk perikanan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, sanitasi dan hygiene dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, prosedur operasi standar sanitasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo serta pelatihan diversifikasi pengolahan produk perikanan (dendeng lele dan abon lele) dari SMKN 4 Probolinggo.

Kasi Mutu dan Diversifikasi Produk Diskan Kabupaten Probolinggo Agus Syaiful Rizal mengungkapkan kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi pengolah tentang produk olahan berbahan baku ikan lele segar. “Tujuannya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pelaku usaha, meningkatkan peluang usaha dan peningkatan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan diversifikasi/penganekaragaman produk olahan hasil perikanan merupakan pengembangan produk hasil perikanan sehingga mampu memberikan nilai tambah,baik olahan tradisional maupun modern guna mengoptimalkan pemanfaatan produksi hasil perikanan.

“Pengembangan produk hasil perikanan bertujuan untuk memberikan alternatif pada masyarakat dalam mengkonsumsi produk perikanan yang tentunya sesuai dengan selera masyarakat, aman dan sehat,” katanya.

Menurut Dedy, makan ikan di Kabupaten Probolinggo hanya 26 kg per orang per tahun. Jadi dalam satu harinya masyarakat makan ikan sedikit sekali. Kalau di Indonesia yang banyak ikan itu berada di Sulawesi hampir 100 kg per orang per tahun.

“Tetapi kalau makan ikan harus pilih yang bagus dan kenali ciri-ciri ikan yang baik. Tanda-tanda ikan yang masih baik, matanya cembung. Selanjutnya, badannya elastis kalau ditekan dengan tangan. Insangnya masih berwarna merah dan baunya khas laut,” jelasnya.

Dedy menerangkan ikan yang baik memang harus selalu didinginkan dengan menggunakan es batu dan tidak dibiarkan begitu saja. Dengan ikan dingin maka proses pembusukan tidak akan berjalan. Sehingga memang harus dilindungi dengan es.

“Ikan kalau dijual dalam bentuk segar misalnya per kilonya hanya Rp 15 ribu. Tetapi kalau dibuat olahan maka nanti akan menambah nilai jualnya. Oleh karena itu, selesai dari sini harus bisa berusaha. Karena di tengah ekonomi yang sedang terpuruk, kita harus bangkit berusaha. Buatkan olahan produk perikanan dengan kemasan yang bagus agar menambah daya tarik pembeli,” pungkasnya. (dra)

cww trust seal