Tuesday, March 5, 2024
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Sosialisasikan Pendidikan Anti Korupsi

Disdikdaya Sosialisasikan Pendidikan Anti Korupsi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pendidikan anti korupsi di ruang Ki Hajar Dewantara Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Senin (17/10/2022).

Sosialisasi pendidikan anti korupsi ini diikuti oleh 65 orang peserta yang berasal dari 26 PKBM dan 1 SKB di Kabupaten Probolinggo. Mereka terdiri dari penyelenggara PKBM dan SKB atau ketua dan bendahara.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang pendidikan anti korupsi dari Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Irfano Rukmana Rachim dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Kabupaten Probolinggo Eko Febriyanto.

Analis Kebijakan Muda Bidang PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yuli Agus mengungkapkan pendidikan anti korupsi ini diberikan kepada penyelenggara PKBM dan SKB agar didalam penerimaan BOP (Bantuan Operasional Pendidikan) bisa sesuai dengan regulasi dan tidak ada celah sedikitpun untuk melakukan korupsi dan gratifikasi.

“Selain itu untuk mencegah terjadinya pemalsuan ijazah sehingga diberikan materi pencegahan ijazah palsu. Sebab ijazah palsu itu mempunyai dampak hukum yang sangat kuat dengan ancamannya 6 tahun penjara bagi yang mengeluarkan maupun menerima ijazah palsu. Ancaman ini juga berlaku bagi yang membantu di dalam proses penerimaan ijazah palsu,” ujarnya.

Yuli Agus mengaku sangat bersyukur karena selama ini dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo tidak ada laporan terkait korupsi yang masuk ke Kejari Kabupaten Probolinggo. Padahal di Indonesia, dunia pendidikan itu masuk dalam rangking 5 dalam kasus korupsi.

“Dengan adanya kegiatan ini harapannya tidak terjadi pemalsuan ijazah ke depannya di Kabupaten Probolinggo. Serta tidak terjadi adanya korupsi sedikitpun di dunia pendidikan non formal terutama PKBM dan SKB di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan pendidikan anti korupsi ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Disdikdaya dalam rangka mencegah terjadinya korupsi dan gratifikasi di lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo yang memberikan ilmu terkait pendidikan anti korupsi sehingga bisa memberikan pemahaman kepada para penyelenggara PKBM dan SKB untuk bersama-sama mencegah terjadinya korupsi dan gratifikasi,” katanya.

Rozi mengharapkan kepada masing-masing lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo untuk mengaktifkan akun JagaDikdaya terkait implementasi pendidikan anti korupsi. Hal ini sebagai tidak lanjut dari surat yang dikirimkan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo pada seluruh Korwil Kecamatan Bidang Dikdaya se-Kabupaten Probolinggo.

“Akun JagaDikdaya ini merupakan upaya untuk mencegah supaya tidak terjadi korupsi dan gratifikasi di lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Sebab semua akan terkontrol dalam akun JagaDikdaya tersebut. Intinya pencegahan agar ke depannya bisa berhati-hati melaksanakan penerimaan dana hibah baik BOP maupun yang lainnya,” pungkasnya. (wan)