Tuesday, March 5, 2024
Depan > Pendidikan > Disdikdaya Gelar Seminar Literasi dan Gelar Karya

Disdikdaya Gelar Seminar Literasi dan Gelar Karya

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar seminar literasi dan gelar karya di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (28/11/2023).

Kegiatan ini diikuti oleh 300 orang peserta terdiri dari peserta diklat KTI sebanyak 150, perwakiln Guru Penggerak angkatan 4-7 sebanyak 20 orang, Ketua IGTKI dan Himpaudi 24 kecamatan sebanyak 48 orang, Kepala Sekolah Penggerak sebanyak 12 orang, perwakilan Kepala Sekolah dari Guru Penggerak sebanyak 24 orang dan Ketua PC PGRI Kecamatan sebanyak 24 orang.

Seminar dengan mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi PTK PAUD, PNF Dalam Penyusunan Bahan Ajar Berdasarkan Kebutuhan Belajar dan Kajian Penelitian Tindakan Kelas” ini dihadiri narasumber Pengawas SMP Edy Santoso dengan materi Refleksi Diklat Karya Tulis Ilmiah dan Koordinator Pengawas Suwanto dengan materi Literasi Multi Model dengan moderator Pengawas SD Maini Yudiningsih.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili menyampaikan kegiatan ini mengandung pesan penting bagi para guru, PTK PAUD tentang pentingnya guru, Kepala Sekolah, PS, PB dan Penilik dalam menulis buku dengan tujuan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif .

“Manfaatnya untuk mengembangkan jenjang karir, media branding bagi guru, pengembangkan kecerdasan guru, mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas guru/PTK, menumbuhkan keberanian, mendorong kemauan dan kemampuan guru dalam mengumpulkan informasi dan mendapatkan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan di era Kurikulum Merdeka Belajar saat ini Pendidik dan Tenaga Kependidikan memiliki peran penting untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas.

“Sebagai guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik Dan Pamong Belajar SKB profesional memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada jenjang PAUD,” katanya.

Tidak terkecuali penilik sebagai penjamin mutu dan evaluasi dampak program PAUD, Dikmas, Pamong Belajar SKB dalam pengelolaan pembelajaran dan pengembangan model pembelajaran serta menyusun bahan ajar bagi pendidikan non formal .

“Saya meminta agar para guru, Kepala Sekolah, Pengwas Sekolah, Penilik dan Pamong Belajar SKB terampil dalam menyusun karya tulis dan menulis buku sebagai sarana pengembangan diri, dapat terpublikasi hasil-hasil karya dan inovasinya,” jelasnya.

Dengan demikian jelas Joko, para Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Penilik dan Pamong Belajar banyak manfaat yang dapat diperoleh antara lain mengembangkan jenjang karir, sebagai media branding bagi guru, berfungsi dalam pengembangkan kecerdasan guru, daya kritis, inisiatif dan kreativitas, menumbuhkan keberanian, mendorong kemauan dan kemampuan guru dalam mengumpulkan informasi, bahkan dapat berdampak positif secara ekonomi.

“Harapan kita bersama insan pendidikan bahwa keberadaan jurnal yang telah terwujud dari hasil diklat KTI bagi PTK PAUD, PNF dapatnya disempurnakan sampai menjadi karya tulis ilmiah terpublikasi resmi dan akan menjadi sarana dalam menyebarluaskan hasil kajian ilmiah terkait inovasi pembelajaran dan kediklatan yang efektif,” harapnya. (wan)