Depan > Informasi Layak Anak > Disdikdaya Berikan Sosialisasi Gerakan Anti Narkoba

Disdikdaya Berikan Sosialisasi Gerakan Anti Narkoba

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi gerakan anti narkoba, Rabu (26/10/2022).

Kegiatan yang digelar di aula Ki Hajar Dewantara Disdikdaya Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 100 orang Kepala Urusan Kesiswaan jenjang SMP negeri dan swasta di Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan, mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Satresnarkoba Polres Probolinggo dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo,

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi mengatakan tidak ada anak yang lebih dekat kepada guru selain kepala urusan kesiswaan. Dengan guru dekat tetapi dekatnya sering kali tidak nyaman.

“Kedekatannya itu dibangun karena adanya persoalan. Tapi kalau dengan urusan kesiswaan, kedekatannya adalah kedekatan kenyamanan. Artinya bahwa seharusnya yang paling tahu terhadap bagaimana anak itu bertindak dan berperilaku adalah kepala urusan kesiswaan,” katanya.

Menurut Rozi, kalau ada kasus di sekolah yang notabene kepala urusan kesiswaan tidak tahu ini menjadi kecelakaan sejarah. Bagaimana bisa, kepala sekolah dan guru yang lain tahu, sementara yang urusan kesiswaan tidak tahu.

“Yang paling mengerti tentang siswa adalah urusan kesiswaan. Jangan hanya yang diurusi OSISnya, sementara anak-anak yang lain urusannya wali kelas. Padahal yang langsung berhubungan itu adalah urusan kesiswaan. Karena kedekatan yang tercipta adalah kedekatan humanitas bukan humanisme,” jelasnya.

Rozi mengharapkan tidak ada kejadian apapun terkait dengan narkoba di satuan pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Probolinggo. Kalaupun dulu pernah ada, harapannya itu biarlah berlalu dan ke depan tidak boleh ada.

“Semangat, tujuan dan visi pembelajaran yang kita lakukan adalah bagaimana kita mampu membangun dan mewujudkan peserta didik yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia. Ini ada di dalam Undang-undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kalau iman, taqwa dan berakhlak mulia itu ada, maka tidak akan ada narkoba. Sebab narkoba itu ada karena iman, taqwa dan akhlak mulianya belum cukup,” tegasnya.

Oleh karena itu Rozi mengajak semua untuk terus bersemangat membebaskan generasi ini dari pengaruh narkoba agar negeri dan bangsa ini menjadi negeri dan bangsa yang baldatun toyyibatun warabbun ghafur.

“Narkoba tidak mengenal usia, mau tua maupun anak-anak semua bisa terpapar dan dipapar narkoba. Tidak ada lagi langkah antisipatif kecuali dengan membangun kesadaran diri kita dan kesadaran anak didik bahwa narkoba adalah sebuah kejahatan yang luar biasa,” pungkasnya. (wan)