Tuesday, June 25, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Terima Audiensi Mahasiswa UI Tentang Pemanfaatan Limbah Jagung

Diperta Terima Audiensi Mahasiswa UI Tentang Pemanfaatan Limbah Jagung

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menerima audiensi mahasiswa dan mahasiswi Laboratorium Gasifikasi Biosmassa Fakultas Teknis Universitas Indonesia (UI) terkait pemanfaatan limbah jagung, Jum’at (7/6/2024).

Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Teknik UI ini sedang melakukan penelitian terkait pemanfaatan limbah jagung di Kabupaten Probolinggo didampingi oleh TPK Pokmas Wilayah Kecamatan Banyuanyar dan Maron Mustofa.

Kegiatan audiensi ini dihadiri oleh Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah berserta JF Pengawas Benih Tanaman Muda Sub Koordinator Tanaman Pangan dan Hortikultura serta Perkebunan, JF Penyuluh Pertanian Muda dan Koordinator PPL Sumberasih, PPL Wilayah Kecamatan Banyuanyar.

Hadir pula petani/pelaku usaha komoditas tanaman pangan dari Kecamatan Sumberasih, petani/pelaku usaha komoditas tanaman pangan sekaligus juara Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 dan 2023 dari Kecamatan Banyuanyar.

Plt Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Susilo Isnadi melalui Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Faiq El Himmah mengatakan audiensi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Teknik UI ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pemanfaatan limbah jagung di Kabupaten Probolinggo oleh petaninya.

“Sampai dengan saat ini, petani sudah memanfaatkan limbah biomasa jagung sebagai pestisida nabati seperti yang dilakukan oleh petani Kecamatan Banyuanyar melalui inovasi asap cair grade 3,” katanya.

Selain itu sebagai campuran media tanam dari biochar (limbah dari sisa pembakaran tongkol jagung dan sejam padi) yang dilakukan oleh petani Kecamatan Banyuanyar. “Limbah biomasa jagung juga dijadikan sebagai pupuk organik padat dan silase pakan ternak yang dilakukan oleh petani Kecamatan Sumberasih,” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut dilakukan pemaparan oleh petani/pelaku usaha sekaligus juara Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 dan 2023 dari Kecamatan Banyuanyar yang mengangkat masalah pemanfaatan limbah jagung menjadi asap cair grade 3 dan biochar.

Pemaparan kedua mengenai pemanfaatan limbah jagung sebagai silase pakan ternak yang dilakukan oleh petani/pelaku usaha komoditas tanaman pangan dari Kecamatan Sumbnerasih.

“Pada saat panen raya ketika tanaman jagung biomasanya itu overload, maka daun dan potongan tanaman bagian atas itu dijadikan silase pakan ternak. Untuk tongkolnya dijadikan campuran pakan ternak. Kemudian sisa-sisa tanaman yang masih ada di lahan biasanya langsung dilakukan pembajakan atau olah tanah sebelum tanaman padi dimulai,” terang Faiq.

Disampaikan pula pemaparan mengenai bagaimana pendampingan penyuluh pertanian dalam hal ini penyuluh yang berada di wilayah potensi tanaman jagung, dalam hal ini Penyuluh Kecamatan Banyuanyar yang pernah menjabat di Kecamatan Sumberasih.

“Peran penyuluh mendorong bagaimana kelompok tani bisa melakukan usaha tani seefisien mungkin dengan melakukan pengolahan terhadap limbah-limbah tanaman pangan. Terutama jagung untuk pupuk organik padat, pupuk organik cair maupun pestisida nabati sehingga apa yang dipanen itu akan dikembalikan lagi ke alam. Itu konsep yang sering kita dengungkan di mana saja,” tegas Faiq.

Dengan adanya audiensi ini terang Faiq, Diperta bisa memaparkan inovasi-inovasi yang menjadi pemenang di Inovasi Daerah Kabupaten Probolinggo tahun 2022 dan 2023. Dengan secara tidak langsung sudah mempromosikan kepada khalayak umum bahwa civitas akademika sampai ke Jakarta. Meskipun tidak ke Jakarta, tetapi peneliti sendiri yang datang ke Kabupaten Probolinggo. Apalagi inovasinya sudah dipatenkan dengan HKI.

“Harapan kami dengan adanya audiensi ini ada tindak lanjut bilamana peneliti-peneliti ingin memberikan sumbangan pemikiran untuk lebih dalam mengenai asap cair grade 3 yang akan dijadikan grade 1. Kami berharap ada sumbangan pemikiran maupun fasilitasi dari pihak akademisi terutama yang dari UI untuk kitab isa menjadi mentoring atau narasumber ke depannya,” harapnya.

Dari hasil audiensi tersebut, 4 peneliti mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia mengaku sangat puas dengan apa yang diperoleh. Ternyata di daerah lain ditemukan bahwa limbah biomasa jagung dari hasil panen itu hanya dibiarkan saja di lahan tanpa diolah kembali.

“Tetapi untuk di Kabupaten Probolinggo limbah biomasa jagung ini dimanfaatkan baik itu secara konvensional petani seperti di Kecamatan Sumberasih maupun yang sudah mengalami teknologi seperti dilakukan inovasi pembaruan untuk energi terbarukan asap cair grade 3 maupun biochar yang dilaksanakan oleh petani/pelaku usaha dari Kecamatan Banyuanyar,” ungkap perwakilan mahasiswa. (wan)