Depan > Kemasyarakatan > Diperta Lakukan Pengawasan, Pendataan dan Pemeriksaan Hewan Kurban 1443 H

Diperta Lakukan Pengawasan, Pendataan dan Pemeriksaan Hewan Kurban 1443 H

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan ternak kurban 1443 Hijriyah, Sabtu (9/7/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ini dipimpin oleh Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi drh. Nurma Suprihastanti, drh. Peni Lestari serta Petugas Teknis Peternakan Kecamatan Kraksaan.

Dasar hukum kegiatan ini Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Selanjutnya, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Kurban, Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting dan Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 03/SE/PK.300/M/5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotonan Hewan dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease),

Kemudian, Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor : 32 Tahun 2022 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku.

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan hewan kurban di wilayah Kecamatan Kraksaan serta pendataan penjual hewan kurban.

“Selain itu, memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban kepada penjual hewan kurban, memberikan surat ijin Tempat Pemotongan Hewan Sementara (TPHS) untuk kurban kepada pelaku usaha serta menyampaikan pelaksanaan kurban di masa wabah bencana non alam Penyakit Mulut dan Kuku,” katanya.

Menurut Niko, dari hasil kegiatan tersebut terdata 5 (lima) lokasi penjual hewan kurban di wilayah Kecamatan Kraksaan dengan jumlah domba sebanyak 100 ekor dan kambing sebanyak 60 ekor . Untuk harga berkisar Rp 1.800.000 hingga Rp 3.500.000 dengan berat rata-rata 20 kg hingga 45 kg.

“Dari hasil pemeriksaan kesehatan hewan ditemukan 1 (satu) domba yang mengalami gangguan pada mata sebelah kiri dan disarankan untuk segera dipisahkan serta diberikan obat tetes mata,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Diperta memberikan surat ijin Tempat Pemotongan Hewan Sementara kepada Polres Probolinggo dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan serta memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban kepada Polres Probolinggo serta 5 (lima) penjual hewan kurban yang masa berlakunya hanya saat pemeriksaan. “Kita juga memberikan edukasi kepada para pemilik ternak agar selalu menjaga hiegine sanitasi pada saat wabah PMK,”pungkasnya. (wan)