Thursday, February 29, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Diperta Gelar Rakor Pengawasan, Pendataan dan Pemeriksaan Ternak Kurban 1444 H

Diperta Gelar Rakor Pengawasan, Pendataan dan Pemeriksaan Ternak Kurban 1444 H

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) pengawasan, pendataan dan pemeriksaan ternak kurban 1444 Hijriyah di aula UPT Puskeswan, Rabu (14/6/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh 6 orang dokter hewan penyelia, 24 orang petugas teknis peternakan kecamatan dan 6 orang petugas teknis RPH se-Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Sekretaris Diperta Maryoto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Binas Usaha Peternakan drh. Retno Wigati serta Medik Veteriner Muda (drh. Machrus dan drh Novita).

Dasar hukum adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan Juncto UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Permentan Nomor 114 Tahun 2014 Tentang Pemotongan Hewan Qurban dan Permentan Nomor 48 Tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Selanjutnya, Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 03/SE/PK.300/M/5/2022 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotonan Hewan Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 5412/SE/PK.430/F/05/2023 Tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan Dalam Pencegahan Penyebaran Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease) dan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Peste Des Petits Ruminants (PPR),

Serta, Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot and Mouth Disease) serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 34 Tahun 2023 Tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Merebaknya Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Antisipasi Penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) pada Hewan Kurban.

Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan arahan Standart Operational Prosedur (SOP) pengawasan, pendataan dan pemeriksaan hewan kurban 1444 H di wilayah Kabupaten Probolinggo dalam masa penyakit PMK, LSD dan PPR. “Selain itu mensosialisakan dan memberikan form pendataan hewan kurban, surat ijin tempat pemotongan hewan dan surat ijin tempat penjualan hewan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan SK (Surat Keputusan) penunjukan pengawas, pendata dan pemeriksa antemortem dan postmortem hewan kurban di Kabupaten Probolinggo. “Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan RPH selama Idul Adha 1444 H dan menjaga hiegine sanitasi RPH,” jelasnya.

Dari kegiatan ini jelas Niko, petugas teknis peternakan mengetahui SOP pengawasan, pendataan dan pemeriksaan hewan kurban 1444 H dalam masa PMK, LSD dan PPR. Selain itu, tempat pemotongan hewan kurban di luar RPH dan tempat penjualan hewan kurban selain di pasar hewan tradisional harus berijin.

“Melalui kegiatan ini diharapkan petugas teknis peternakan dicukupi dengan SK Kepala Dinas Pertanian dalam melakukan pengawasan, pendataan dan pemeriksaan hewan kurban di wilayah Kabupaten Probolinggo. Pemotongan hewan kurban di RPH selama Idul Adha 1444 H sampai hari tasryik digratiskan,” pungkasnya. (wan)