Depan > Kesehatan > Dinkes Gelar Rakor Penanggulangan Aids, Tuberkulosis dan Malaria

Dinkes Gelar Rakor Penanggulangan Aids, Tuberkulosis dan Malaria

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) penanggulangan Aids, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (4/7/2022).

Sasaran kegiatan ini adalah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di luar Dinkes Kabupaten Probolinggo serta Pimpinan Badan Usaha/Perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang analisa situasi ATM di Kabupaten Probolinggo, peran OPD dan swasda dalam penanganan ATM, peran KPA dalam penanganan HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo serta diskusi dan RTL oleh narasumber dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Sektap KPA Kabupaten Probolinggo.

Epidemiologi Ahli Muda pada Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pemberantasan Aids, Tuberkulosis dan Malaria di Kabupaten Probolinggo, meningkatkan sumber daya daerah serta partisipasi pihak terkait mengakhiri endemic HIV, TBC dan Malaria melalui konstribusi pendanaan dalam penanggulangan ATM.

“Selain itu, penguatan komitmen kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam
mendukung pencegahan pengendalian ATM sesuai strategi dan Rencana Aksi Program Nasional ATM,” ungkapnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menyampaikan agar penanggulangan Aids, Tuberkulosis dan malaria ini harus mendapatkan support penuh dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Probolinggo serta badan usaha/perusahaan di Kabupaten Probolinggo.

“Permasalahan Aids, Tuberkulosis dan malaria ini merupakan permasalahan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama-sama baik oleh OPD maupun perusahaan di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan penderita HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo tahun 2022 hingga bulan Mei ditemukan kasus baru HIV/Aids sejumlah 59 orang, dimana 41 orang masih dalam pengobatan dan 18 orang meninggal dunia karena Aids.

“Untuk data total penderita HIV/Aids di Kabupaten Probolinggo mulai tahun 2000 hingga Mei 2022 mencapai 2.277 orang, dimana 1.584 orang masih dalam pengobatan dan 693 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Shodiq menjelaskan kasus penemuan dan pengobatan TBC di Kabupaten Probolinggo tahun 2021 adalah sebesar 46% (target 85%) dimana menempati posisi ke-17 dalam penemuan kasus di Jawa Timur (SITB, 2021).

“Penemuan kasus terduga tuberkulosis di tahun 2021 hanya dapat menemukan 3.027 terduga dari total target nasional sebanyak 12.060 terduga (25,09%), anak yang menderita
tuberkulosis sejumlah 33 orang. Di samping itu, juga terjadi peningkatan kasus TBC RO di Kabupaten Probolinggo dimana pada tahun 2021 ditemukan 14 kasus terkonfirmasi TB RO,” jelasnya.

Menurut Shodiq, Kabupaten Probolinggo saat ini dalam tahap pemeliharaan eliminasi Malaria. Namun pada tahun 2020 ditemukan 1 kasus malaria import dan pada tahun 2022 di temukan 3 kasus import dari daerah lain. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan srategi pemeliharaan eliminasi malaria di Kabupaten Probolinggo.

“Peran lintas sektor, program dan masyarakat dalam pemeliharaan malaria dilakukan dengan penguatan survailans migrasi, diagnosis dan tatalaksana serta sistem kewaspadaan dini dan respons, pemetaan daerah dengan penduduk bermigrasi ke/dari daerah malaria dan stakeholders terkait, pengamatan daerah reseptif dan pengendalian vector (nyamuk anopheles) sesuai bukti lokal serta penguatan komunikasi, informasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat dan pengorganisasian pemeliharaan eliminasi malaria,” pungkasnya. (wan)