Wednesday, December 8, 2021
Depan > Kesehatan > Dinkes Berikan Pendampingan Entry Perencanaan BOK

Dinkes Berikan Pendampingan Entry Perencanaan BOK

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pendampingan entry perencanaan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) di SIMDA, Senin (9/12/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 66 orang peserta dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo. Dimana masing-masing puskesmas mengirimkan bendahara BOK dan Petugas SIMDA Puskesmas. Tim pendamping berasal dari lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kasi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Sri Rusminah mengatakan dalam rangka meningkatkan akses pelayanan kesehatan pada masyarakat maka terus dilakukan peningkatan dan pemerataan puskesmas dan jaringannya di semua wilayah termasuk pula di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

“Berbagai upaya telah dan akan terus ditingkatkan baik oleh pemerintah maupun pemerintah daerah agar peran dan fungsi puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dasar semakin meningkat. Dukungan pemerintah bertambah lagi dengan diluncurkannya Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) bagi puskesmas sebagai kegiatan inovatif disamping kegiatan lainnya,” katanya.

Menurut Rusminah, BOK adalah salah satu program unggulan Kementrian Kesehatan dan merupakan upaya pemerintah untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.

“Akan tetapi tidak semua Kabupaten/Kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di puskesmas. Padahal peran puskesmas sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam upaya kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” jelasnya.

Lebih lanjut Rusminah menegaskan ada empat fungsi puskesmas yang perlu terus ditingkatkan. Yakni, sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer.

“Saat ini terjadi kecenderungan puskesmas kurang melakukan upaya promotif-preventif secara aktif ke masyarakat. Padahal banyak masalah kesehatan yang dapat dicegah bila fungsi puskesmas berjalan sebagaimana yang diharapkan,” terangnya.

Rusminah menambahkan secara umum kegiatan ini bertujuan terentrinya RKA BOK puskesmas se-Kabupaten Probolinggo tahun angggaran 2020 sehingga peserta mengetahui tentang aplikasi E-BOK, mengetahui manfaat E-Bok untuk kegiatan tahun 2020 serta mampu mengoperasikan aplikasi E-Bok tahun 2020.

“Dengan dukungan dana BOK dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja puskesmas dan jejaringnya serta poskesdes dan posyandu. Oleh karena itu diperlukan pendamping entri E-BOK RKA puskesmas tahun anggaran 2020 agar laporan dana BOK digunakan oleh puskesmas tepat waktu sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (wan)