Monday, September 20, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Desa Tangguh COVID-19 Berpotensi Sebagai Penunjang Sektor Wisata

Desa Tangguh COVID-19 Berpotensi Sebagai Penunjang Sektor Wisata

Reporter : Hendra Trisianto
TIRIS – Disiplin kuat masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama untuk menangkal penyebaran virus Corona . Hal ini terbukti pada beberapa desa di Kabupaten Probolinggo yang sampai saat ini tetap nihil adanya konfirmasi positif COVID-19.

Salah satunya adalah Desa Emas Andungbiru Kecamatan Tiris, walaupun letaknya jauh dari pusat pemerintahan kabupaten, tak membuatnya jauh dari prestasi. Hal tersebut dibuktikan dengan dicanangkannya Desa Andungbiru sebagai Desa Tangguh COVID-19 oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Senin (22/06/2020).

Esensi Desa Tangguh COVID-19 yang notabene mampu melindungi seluruh masyarakat dan mandiri dalam penanganan bencana alam dan non alam memang sangat nampak di desa yang juga sebagai pelaksana program Desa Emas Kabupaten Probolinggo ini.

Kini desa yang secara geografis terletak pada perbatasan salah satu kabupaten tetangga tersebut diharapkan menjadi desa percontohan bagi desa-desa lainnya. Terutama dalam penanganan penyebaran wabah virus korona serta pembinaan kesadaran masyarakatnya melalui disiplin penerapan protokol kesehatan.

Camat Tiris Imron Rosyadi mengemukakan sejak awal penanganan dan penanggulangan COVID-19 di Desa Andungbiru, edukasi penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat dan penguatan ketahanan pangan juga menjadi agenda utama bagi Gugus Tugas Desa maupun Kecamatan.

Hal ini kata Imron Rosyadi juga tak lepas dari sinergitas masyarakat, relawan bersama TNI/Polri, aparatur pemerintah dan PTPN XII GUNUNG GAMBIR Afdeling Lawang Kedaton sejak awal. Kesiapan ini juga dapat dilihat dari adanya gerakan menanam Apotik Hidup, Toga, sayur maupun buah yang hasilnya juga bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga.

“Intinya kini masyarakat Desa Andungbiru lebih siap manakala terjadi bencana, harapan kami dengan predikat Desa Tangguh COVID-19 ini masyarakat luas melihatnya sebagai potensi wisata yang aman untuk dikunjungi, nantinya pada saat destinasi wisata mulai dibuka kembali. Sehingga hal ini akan mengangkat sektor ekonomi masyarakat Desa Andungbiru dan Kecamatan Tiris,” tandasnya.

Sementara itu terpisah, Agus Subiyanto selaku Ketua Koordinator Desa Tangguh COVID-19 Andungbiru menuturkan, predikat ini menjadi tantangan tersendiri baginya untuk pengembangan potensi wisata kedepannya. Apalagi posko koordinasinya berada di sekitar perkebunan Teh Afdeling Lawang Kedaton yang ikonik dan satu-satunya yang ada di Kabupaten Probolinggo.

Terkait ketangguhan masyarakat dalam penanganan COVID-19, Agus menerangkan sebelum status Siaga darurat COVID-19 diberlakukan, kesadaran akan pentingnya penerapan protokol kesehatan sudah menjadi kebiasaan baru warga Desa Andungbiru. Salah satunya hal ini dimotori oleh PTPN XII Gunung Gambir Afdeling Lawang Kedaton yang menerapkan protokol kesehatan kepada segenap karyawannya.

“Karena warga sekitar cukup banyak yang bekerja disini, akhirnya secara gepuk tular protokol kesehatan ini diikuti oleh warga yang lain. Bahkan saat musim mudik, satu sama lain saling berkomunikasi melalui telpon bahkan media sosial agar menunda dulu mudik dari rantau. Dampaknya sampai saat ini Desa Andungbiru nihil konfirmasi positif COVID-19,” terang Ketua Desa Emas Andungbiru ini.

“Kami sangat berharap sinergi yang sudah terjalin baik ini berlanjut dengan adanya kerjasama pengelolaan bersama potensi wisata perkebunan teh ini, mengingat Desa Andungbiru juga ditunjang oleh SDM berkualitas, kaya akan sumber potensi alam dan budaya sebagai penyangganya. Insya Allah hal ini telah tertuang pada konsep Rencana Pembangunan Desa (RPD) versi patriot desa Emas,” pungkasnya. (dra)