Tuesday, October 26, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Daftarkan Ibunya Haji, Pengamen Asal Kerpangan Terima Bantuan Sembako

Daftarkan Ibunya Haji, Pengamen Asal Kerpangan Terima Bantuan Sembako

Reporter : Mujiono
LECES – Slamet Effendy (30), seorang pengamen jalanan asal Desa Kerpangan Kecamatan Leces telah menjadi inspirasi bagi semua orang. Bagaimana tidak, dari hasilnya mengamen dia telah mampu mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji bersama ibunya Atmina (57).

Kegigihan anak semata wayang Atmina inipun menunai apresiasi dari semua kalangan, termasuk dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur. Bersama dengan pilar-pilar kesejahteraan sosial berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten Probolinggo memberikan bantuan sembako dan bakti social pemugaran dapur rumah Slamet Effendy, Sabtu (12/9/2020).

Bantuan sembako dan pemugaran dapur rumah ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui pilar-pilar sosial, TKSK, PKH dan Tagana.

Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur Alwi menyampaikan bantuan ini merupakan sebuah apresiasi dari Gubernur Jawa Timur atas upaya dan semangat yang ditempuh Slamet Effendy sebagai putra semata wayang Atmina untuk mendaftar haji bersama ibunya. “Dengan itu, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan melihat kondisi keberadaan secara nyata,” katanya.

Sementara Slamet Effendy mengaku keinginan untuk mendaftar haji bersama ibunya ini merupakan niat ikhlas dan hasil jerih payahnya selama 10 tahun agar bisa berangkat ke tanah suci. “Alhamdulillah, saya dan ibu sudah resmi mendaftar haji,” katanya.

Menurut Slamet, uang pendaftaran bernilai puluhan juta telah berhasil didapatkannya setelah rajin menyisihkan sebagian hasil kesehariannya yang berprofesi sebagai pengamen jalanan selama 10 tahun terakhir. Berkat tekad yang kuat, Slamet yang tidak tamat SD ini terbukti mampu mewujudkan cita-cita ingin melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Slamet sekolah tidak sampai tamat lantaran sang ayah meninggal karena sakit. Sementara sang ibu juga tidak berpenghasilan tetap dan hanya mengandalkan upah memijat orang dewasa.

Setiap hari Slamet bekerja keras membantu sang ibu. Ia berjuang memperoleh penghasilan dari mengamen, sedangkan perilaku yang dialami dipandang baik yakni suka membantu tetangga.

“Uang yang saya bayarkan adalah hasil jerih payah mengamen, itupun saya tabung kepada ibu. Sedikit demi sedikit uang yang terkumpul selama 10 tahun digunakan untuk mendaftarkan haji. Saya mendaftarkan ibu terlebih dahulu di tahun 2018. Berlanjut mendaftarkan haji untuk diri saya pada hari Kamis tanggal 3 September 2020,” kata Slamet.

Slamet menyampaikan hasil yang tidak menentu dalam kesehariannya, dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sisanya dikumpulkan untuk keinginan mulianya mendaftarkan haji. “Sehari-hari aya kadang selalu membantu pada acara selamatan atau pengajian yaitu membantu menggelar tikar dan lain-lainnya,” tegasnya. (y0n)