Tuesday, October 19, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Cegah Tebing Longsor, Masyarakat Desa Ngadisari Tanam Rumput Vertiver

Cegah Tebing Longsor, Masyarakat Desa Ngadisari Tanam Rumput Vertiver

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Untuk mencegah terjadinya longsor karena intensitas curah hujan yang tinggi, Forkopimka Sukapura bersama Tagana Kecamatan Sukapura, kelompok tani dan masyarakat Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura melakukan penanaman rumput vertiver atau akar wangi di sepanjang tebung yang ada di jalur jalan menuju kawasan wisata Gunung Bromo, Senin (1/2/2021).

Sebanyak 1.000 bibit rumput vertiver ditanam bersama-sama mulai pukul 06.00 WIB. Mereka bahu membahu menanam rumput vertiver tersebut sebagai upaya untuk mengantisipasi bahasa longsor yang sering terjadi pada saat musim hujan.

Kegiatan ini dihadiri tokoh adat masyarakat Tengger yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo, Camat Sukapura Rochmad Widiarto bersama jajaran Forkopimka Sukapura, Pemerintah Desa Ngadisari serta Satpol PP setempat.

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Supoyo mengungkapkan penanaman rumput vertiver ini merupakan sebuah sebuah upaya yang patut diapresiasi dalam rangka untuk mencegah terjadinya tanah longsor di sepanjang tebing menuju kawasan Gunung Bromo.

“Rumput vertiver atau akar wangi merupakan tanaman yang mempunyai akar kuat. Selain cepat tumbuh, rumput vertiver juga bisa menjadi sumber resapan air dan bisa menjadi penahan longsor, terutama di wilayah jalur wisata Bromo,” ungkapnya.

Menurut Supoyo, tebing menuju ke kawasan wisata Gunung Bromo merupakan tebing yang curam dan mudah longsor. “Dengan adanya penanaman rumput vertiver ini harapannya tebing di jalur menuju kawasan Gunung Bromo tidak mudah longsor,” harapnya.

Sementara Camat Sukapura Rochmad Widiarto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tagana Kecamatan Sukapura serta semua jajaran dan elemen Pemerintahan yang ada di Kecamatan Sukapura yang selalu kompak untuk menjaga kelestarian alam serta peduli dan tanggap bencana.

“Penanaman rumput vertiver ini merupakan upaya antisipasi longsor di musim penghujan, khususnya di tebing sepanjang jalur menuju kawasan Gunung Bromo. Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar semua masyarakat bersama pemerintah bisa menimalisir terjadinya bencana di lingkungannya masing-masing,” katanya. (wan)