Thursday, January 28, 2021
Depan > Pemerintahan > Bupati Tantri Secara Simbolis Serahkan 20 Sertifikat Tanah Program PTSL

Bupati Tantri Secara Simbolis Serahkan 20 Sertifikat Tanah Program PTSL

Reporter : Mujiono
PROBOLINGO – Sehubungan dengan puncak peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional Tahun 2020, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membagikan sertifikat secara virtual sebanyak 1 juta sertifikat untuk 31 provinsi dan 201 kabupaten/kota se Indonesia bertempat di Istana Negara Jakarta yang merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Untuk Kabupaten Probolinggo, sejumlah 1.500 sertifikat tanah akan dibagikan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo. Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyerahkan sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Senin (9/11/2020) siang Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Probolinggo Martono. Sertifikat ini diserahkan secara simbolis kepada 20 orang penerima dari 4 (empat) kecamatan meliputi Kecamatan Banyuanyar, Kraksaan, Maron dan Tegalsiwalan.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo Martono menyampaikan, dengan adanya program PTSL, setiap tahunnya banyak kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah dari kegiatan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan Investasi Daerah.

“Nilai BPHTB di tahun 2019 mencapai Rp 12.796.178.289 dan di tahun 2020 sampai pada bulan Oktober mencapai sebesar Rp 5.454.272.945. Investasi dari hak tanggungan tahun 2019 sebesar Rp 796.716.294.363 dan tahun 2020 sampai dengan Oktober sebesar Rp 364.414.398.552,” ungkapnya.

Terhadap lokasi yang telah dilakukan PTSL dapat dipergunakan oleh daerah untuk perencanaan pembangunan dan investasi daerah akan lebih jelas dari segi luas dan letak penambahan PAD, khususnya BPHTB yang sementara ini berbasis ZNT. “Dengan adanya sertifikat PTSL memberikan dampak pertumbuhan ekonomi akan lebih meningkatkan dengan hak tanggungan,” tegasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan, tanah merupakan salah satu aset yang harus dikelola secara aman tanpa adanya persengketaan. Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah yang memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah. Tak jarang sengketa lahan juga terjadi antar pemangku kepentingan (pengusaha, BUMN dan pemerintah).

“Kurang optimalnya proses pembuatan sertifikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dimana PTSL adalah proses pendaftaran tanah yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau lainnya,” katanya.

Melalui program ini tegas Bupati Tantri, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimilik masyarakat. “Dengan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo sangat mendukung dan menyambut baik, karena dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Presiden RI Joko Widodo pada saat virtual menerangkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan sebanyak 2,4 juta sertifikat tanah dalam waktu lima tahun dan jutaan lainnya diserahkan pejabat Badan Pertanahan Nasional. “Dalam lima tahun ini total sertifikat yang sudah saya bagikan langsung ada 2,4 juta.

“Saya berpesan kepada masyarakat penerima untuk menyimpan dengan baik sertifikat tanah. Sertifikat tanah boleh saja diagunkan, tetapi harus dikalkulasi dan uang hasil pinjaman untuk keperluan usaha,” katanya. (y0n)

cww trust seal