Saturday, September 18, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Bupati Tantri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas

Bupati Tantri Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyandang Disabilitas

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Balai Desa Pabean Kecamatan Dringu, Kamis (12/8/2021).

Turut mendampingi Bupati Tantri dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan dr. Shodiq Tjahjono, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Anung Widiarto, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Hari Kriswanto, Camat Dringu Ulfiningtyas, Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia serta Kepala Desa Pabean Bambang Susilo.

Dengan protokol kesehatan secara ketat, Bupati Tantri memantau secara langsung proses vaksinasi para penyandang disabilitas tersebut serta menyerahkan bantuan dari Paramitra kepada Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) dan HIPMI Kabupaten Probolinggo berupa paket sembako kepada 48 orang penyandang disabilitas.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menyebutkan sasaran vaksinasi bagi penyandang disabitas di Kabupaten Probolinggo mencapai 5.631 orang dengan rincian 5.067 orang ber NIK dan 564 tidak ber NIK.

Vaksin yang digunakan adalah vaksin Sinopharm yang diterima Kabupaten Probolinggo sebanyak 1.858 vial. Untuk vaksin ini, satu vial untuk satu sasaran. Jarak antara vaksin pertama dan kedua adalah 21 hari dan digunakan untuk sasaran usia 18 tahun ke atas.

Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menyampaikan bahwa vaksinasi Covid-19 ini merupakan suatu keharusan yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat di masa pandemi Covid-19.

“Kita telah berikhtiar untuk mempercepat proses vaksinaso. Hari ini di Kabupaten Probolinggo dari 24 kecamatan rata-rata cakupan vaksinasi sebesar 24%. Dari total penduduk masih seperempatnya dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sudah satu setengah tahun berjalan,” katanya.

Bupati Tantri menegaskan hal ini harus menjadi semangat bersama bahwa salah satu ikhtiar disiplin 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas). Vaksin menjadi tameng kedua bagaimana mewujudkan masyarakat sehat.

“Vaksin bukan obat. Setelah vaksin jangan beranggapan tidak mungkin terkena Corona. Akan tetapi dengan vaksin kalau kemudian terkena minimal dampaknya tidak bergejala terlalu berat seperti saudara kita yang banyak tumbang di rumah sakit,” jelasnya.

Kepada kepala desa dan seluruh lintas sektoral Bupati Tantri meminta bagaimana bersama-sama berikhtiar supaya vaksinasi lebih cepat dilakukan agar kekebalan komunitas bisa sesegera mungkin bisa tercapai sehingga penguatan di sektor hilir bisa segera dilakukan.

“Saya mengucapkan selamat yang sudah divaksin, khususnya teman-teman penyandang disabilitas. Ini patut disyukuri karena kepala desa mempunyai tanggung jawab mengedukasi masyarakat agar bisa divaksin,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengajak agar masyarakat menjalani semua ini dengan sabar. Sebab manusia wajib berikhtiar bagaimana sehat agar supaya proses ibadah tetap istiqomah dengan khusyuk tanpa gangguan sakit.

“Tenaga kesehatan ini sudah luar biasa merawat manusia dan ditugasi memvaksin. Pasti ada titik jenuh dan capek. Oleh karena itu percepatan vaksinasi minimal 70 persen tidak mungkin kita bebankan pada tenaga kesehatan. Tetapi semua ini bisa terselesaikan apabila ada sinergi dari semua pihak termasuk masyarakat,” pungkasnya. (wan)